Langsung ke konten
Senin, 26 Oktober 2026
Nasional

Prabowo Evaluasi Kabinet Jelang Dua Tahun Pemerintahan, Klaim 110 Persoalan Berhasil Diselesaikan

Foto: BPMI Setpres/Cahyo

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menggelar Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/7/2026). Agenda ini digelar khusus untuk menyampaikan arahan sekaligus mengevaluasi kinerja serta program kerja jajaran Kabinet Merah Putih menjelang dua tahun masa pemerintahaannya.

Sidang penting yang diikuti oleh jajaran menteri dan kepala lembaga ini menjadi momentum refleksi perjalanan pemerintah di pertengahan tahun 2026. Kepala Negara menilai evaluasi ini krusial mengingat masa kerja tahap tahun kedua kepemimpinannya sudah berjalan hampir penuh.

“Ini juga adalah kurang 3 bulan kita menjalankan mandat dari rakyat tahap tahun kedua, tanpa terasa waktu berjalan sangat cepat,” kata Prabowo dalam pembukaan arahan sidang kabinet.

Presiden Prabowo mengapresiasi kerja keras seluruh elemen jajarannya yang telah bergerak cepat menyelesaikan berbagai isu nasional. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah telah berhasil menuntaskan lebih dari 108 persoalan bangsa selama 18 bulan terakhir.

“Mungkin hitungan kita terakhir lebih dari 108 masalah, 110 masalah yang kita selesaikan dalam satu tahun lebih, 18 bulan pemerintahan kita, ini prestasi yang bukan kecil,” ujar Prabowo.

Kendati mencatatkan deretan pencapaian, Prabowo mengingatkan seluruh menteri agar tidak cepat berpuas diri apalagi bersikap sombong. Ia menegaskan bahwa pemerintah masih harus menghadapi tantangan geopolitik global yang penuh tantangan dan tantangan domestik yang dinamis.

“Kita rendah hati, kita tidak mau menepuk dada, kita tidak mau dan kita tidak boleh besar kepala, tidak boleh sombong, itu watak bangsa kita,” tegasnya di hadapan para jajaran menteri.

Selain itu, Prabowo menggarisbawahi bahwa evaluasi kinerja ini murni bertujuan untuk memperbaiki kekurangan pemerintahan, bukan untuk mencari kesalahan pihak tertentu. Ia mengajak seluruh jajarannya untuk fokus menatap masa depan dan melanjutkan pengabdian kepada rakyat.

“Kita tidak bermaksud untuk mencari kesalahan, kita tidak bermaksud untuk membanding-bandingkan, tiap masa ada pemerintahannya, tiap pemerintah ada masanya,” pungkas Presiden Prabowo.