Langsung ke konten
Senin, 26 Oktober 2026
Peristiwa

Pilu Anak Terduga Maling Ayam Tewas Di-massa di Bali: Dapat Donasi Rp 190 Juta hingga Motor Baru

Suasan rumah duka terduga maling ayam di Bali. ( Sumber foto: Made Wijaya Kusuma/detikBali)

BULELENG — Gelombang simpati dan kepedulian publik mengalir deras untuk keluarga KD, pria terduga pelaku pencurian ayam yang tewas diamuk massa di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali. Sejumlah warga dan relawan berhasil mengumpulkan donasi hingga mencapai Rp 190 juta untuk menjamin masa depan pendidikan anak-anak korban.

Aksi penggalangan dana ini dipicu oleh keprihatinan publik setelah video tangis histeris anak bungsu KD saat melihat jasad ayahnya viral di media sosial. Selain bantuan dana tunai, warga yang datang ke rumah duka juga menyalurkan sembako, kebutuhan rumah tangga, hingga satu unit sepeda motor Honda Scoopy baru.

Pegiat media sosial Ary Ulangun mengonfirmasi bahwa penggalangan dana yang dilakukan bersama relawan seperti Nang Etong dan para donatur lainnya berjalan singkat namun efektif.

“Totalnya ada sekitar Rp 190 jutaan. Rencana akan kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk pendidikan anaknya,” ujar Ary kepada wartawan, Senin (27/7/2026).

Ary menjelaskan bahwa penggalangan donasi tersebut hanya dibuka selama dua hari. Untuk menjaga transparansi dan peruntukan jangka panjang, seluruh dana tersebut ditempatkan dalam bentuk deposito guna membiayai sekolah kedua anak KD yang masih kecil.

“Kita serahkan penuh dalam bentuk deposito. Jadi tetap ada pengawasan ketika dananya digunakan. Harapan para donatur, dana ini benar-benar bisa mengamankan masa depan anak-anaknya,” kata Ary menegaskan sistem pengawasan donasi tersebut.

Di sisi lain, keluarga korban mengapresiasi dukungan moral dan material yang diberikan oleh masyarakat luas. Sepupu korban, Made Partha, mengungkapkan bahwa anak-anak KD saat ini masih berada dalam suasana duka yang mendalam.

Meski telah menerima bantuan kemanusiaan, Partha menegaskan bahwa pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus amuk massa yang menewaskan KD kepada aparat kepolisian.

“Keluarga mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan,” tutur Made Partha singkat mengenai sikap resmi keluarga korban.