SURABAYA — Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya mempercepat pengerjaan proyek drainase di kawasan Babatan, dekat Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Langkah krusial ini diambil guna mengantisipasi ancaman genangan hingga banjir jelang datangnya musim hujan.
Pemerintah Kota Surabaya menargetkan seluruh rangkaian pengerjaan fisik dapat rampung sepenuhnya pada 11 November 2026. Proyek yang digarap sejak pertengahan Agustus 2026 tersebut kini telah memasuki tahap akhir penyelesaian.
Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya, Adi Gunita, mengonfirmasi bahwa progres pengerjaan di lapangan berjalan sangat positif. Pihaknya optimistis infrastruktur pengendali banjir ini selesai tepat waktu sesuai rencana.
“Saat ini pengerjaan mungkin sudah kurang lebih hampir 80 persen,” kata Adi Gunita saat memberikan keterangannya, Sabtu (24/10/2026).
Pembangunan infrastruktur ini mencakup pemasangan saluran box culvert sepanjang 100 meter. Selain itu, petugas juga memasang pipa bawah tanah berdiameter satu meter dengan total panjang mencapai 492 meter.
Pengerjaan drainase ini menjadi solusi atas permasalahan luapan air yang kerap melanda kawasan Babatan dan sekitarnya. Pada musim hujan tahun lalu, derasnya curah hujan membuat Waduk Unesa tidak mampu menampung debit air.
“Yang tahun lalu kan memang ada, pas hujan itu kan memang di Waduk Unesa meluber. Meluber sampai ke jalan ke area selatan-utara,” ujar Adi menjelaskan kondisi tahun sebelumnya.
Ia mengungkapkan, ketinggian genangan air yang melimpah ke jalan raya saat itu tergolong cukup parah. Kondisi tersebut mengganggu mobilitas masyarakat serta mengancam keselamatan pengguna jalan.
“Dulu genangan sempat mencapai sekitar setengah tinggi ban mobil. Kondisi itu menjadi salah satu persoalan utama yang harus kami tangani melalui pembangunan drainase ini,” tutur Adi.
DSDABM Kota Surabaya menyadari bahwa aktivitas konstruksi ini berdampak langsung pada kelancaran arus lalu lintas di sekitar area Unesa. Pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pengendara selama proyek berlangsung.
“Kami memohon maaf karena ada gangguan lalu lintas yang membuat ketidaknyamanan pengguna jalan. Tapi ini tujuannya untuk menangani masalah genangan di daerah Babatan dan Unesa sekitarnya,” pungkas Adi seraya mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar.
