SURABAYA – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menegaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) berbasis kriya di Kabupaten Sidoarjo tidak boleh berhenti sebatas bimbingan teknis (bimtek). Pelatihan keterampilan ini harus menjadi batu loncatan nyata bagi masyarakat untuk membuka usaha baru dan meningkatkan kapasitas industri lokal.
Hal tersebut disampaikannya di sela kegiatan bimtek kriya yang diikuti 70 peserta di Surabaya, Jumat (23/10). Program ini terselenggara berkat kolaborasi antara Komisi VII DPR RI dan Kementerian Ekonomi Kreatif guna menggali potensi daerah sekaligus mencetak wirausaha produktif.
“Diharapkan dari bimtek-bimtek yang dilakukan atas inisiatif DPR RI bersama Kementerian Ekonomi Kreatif ini bisa diterima oleh masyarakat dan dimanfaatkan secara maksimal, sehingga memunculkan ekonomi-ekonomi baru,” ujar Bambang.
Bambang menekankan bahwa keberhasilan wirausaha kriya sangat bergantung pada ekosistem pendukung. Ia mendorong kemudahan akses permodalan, penyederhanaan izin usaha, pendampingan berkala, hingga fasilitasi sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi pelaku UMKM. Untuk memastikan efektivitasnya, DPR bersama kementerian terkait akan melakukan pemantauan berkala terhadap keberlanjutan bisnis para alumni pelatihan.
Dukungan tersebut disambut positif oleh Kementerian Ekonomi Kreatif. Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Amir Hamzah, menilai Sidoarjo memiliki keunggulan sejarah dan kualitas kriya yang sudah diakui di tingkat nasional maupun internasional. Pelatihan ini menjadi momentum penting untuk merevitalisasi dan menjaga kualitas produk kriya lokal.
“Kita mengharapkan menggali potensi yang sudah ada. Potensi di Sidoarjo ini sangat besar, kriyanya. Produknya sudah diakui Indonesia bahkan dunia,” kata Amir.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo siap mengawal penguatan sektor ini dari sisi kebijakan daerah. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Sidoarjo, Rudi Setiawan, menyatakan komitmennya untuk menyelaraskan program pusat dengan agenda kerja daerah.
“Harapannya dengan sinkronisasi dan kolaborasi itu semakin meluaskan kembali, semakin membesarkan kembali pelaku UMKM maupun ekonomi kreatif yang ada di Sidoarjo,” tutur Rudi.
