Langsung ke konten
Minggu, 25 Oktober 2026
Nasional

Bukan Sekadar Pelatihan, BHS Ungkap Strategi Jitu Cetak Pengusaha Kriya Baru di Sidoarjo

SURABAYA – Pengembangan sektor ekonomi kreatif berbasis kriya di Kabupaten Sidoarjo tidak boleh berhenti pada tahap bimbingan teknis semata. Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mendorong agar para peserta mampu melangkah lebih jauh hingga berhasil membuka usaha produktif baru demi meningkatkan kapasitas industri daerah.

Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui bimbingan teknis (Bimtek) kriya yang diikuti sebanyak 70 peserta di Surabaya, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini terlaksana atas kolaborasi strategis antara Komisi VII DPR RI dengan Kementerian Ekonomi Kreatif untuk menggali potensi lokal sekaligus membekali masyarakat dengan keterampilan praktis.

“Diharapkan dari bimtek-bimtek yang dilakukan atas inisiatif DPR RI bersama Kementerian Ekonomi Kreatif ini bisa diterima oleh masyarakat dan dimanfaatkan secara maksimal, sehingga memunculkan ekonomi-ekonomi baru,” ujar Bambang Haryo di sela-sela kegiatan pelatihan.

Bambang Haryo menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan usaha kriya membutuhkan ekosistem pendukung yang kuat. Menurutnya, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sangat memerlukan akses permodalan yang memadai, kemudahan perizinan, pendampingan berkesinambungan, serta fasilitasi sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

DPR RI bersama kementerian terkait juga berkomitmen melakukan pemantauan berkala guna memastikan materi pelatihan diterapkan secara nyata di lapangan. Evaluasi ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana dampak ekonomi yang tercipta bagi masyarakat Sidoarjo setelah pelatihan selesai dilaksanakan.

“Setelah itu mereka tentu melakukan usahanya, pengembangan, dan sebagainya. Nanti kita monitoring di beberapa waktu yang akan datang apakah manfaatnya besar sekali terhadap ekonomi yang ada di Sidoarjo,” kata Bambang Haryo.

Dukungan tersebut disambut baik oleh Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif, Amir Hamzah. Ia menilai Sidoarjo memiliki potensi kriya yang sangat besar dengan kualitas produk yang telah diakui di tingkat nasional hingga internasional.

“Kita mengharapkan menggali potensi yang sudah ada. Potensi di Sidoarjo ini sangat besar, kriyanya. Produknya sudah diakui Indonesia bahkan dunia,” ungkap Amir.

Pemerintah daerah juga menyatakan kesiapannya dalam mengawal keberlanjutan program ini. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Sidoarjo, Rudi Setiawan, memastikan pihak Pemkab akan melakukan koordinasi dan sinkronisasi program agar selaras dengan agenda pembangunan daerah.

“Harapannya dengan sinkronisasi dan kolaborasi itu semakin meluaskan kembali, semakin membesarkan kembali pelaku UMKM maupun ekonomi kreatif yang ada di Sidoarjo,” pungkas Rudi.