Jakarta — Partai Gerindra menegaskan akan mencabut keanggotaan Immanuel Ebenezer alias Noel menyusul operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi program sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono menyampaikan keputusan itu usai menghadiri agenda di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin. “Dicabut keanggotaannya, dicabut kartu tanda anggotanya,” ujar Sugiono kepada wartawan.
Ia menjelaskan, Noel memang sempat maju sebagai calon legislatif dari Gerindra pada Pemilu 2024 untuk daerah pemilihan Kalimantan Utara. Namun, status yang bersangkutan hanya sebagai anggota partai. “Sepanjang ingatan saya, Pak Noel itu belum pernah mengikuti kaderisasi di Gerindra,” kata Sugiono, menegaskan bahwa predikat “kader” mensyaratkan proses pembinaan dan tahapan ideologisasi yang tidak pernah diikuti Noel.
Menurut Sugiono, langkah pencabutan keanggotaan dan proses pemecatan merupakan bentuk konsistensi Gerindra menjaga integritas internal. Ia menekankan, partai berpegang pada nilai-nilai antikorupsi dan menghormati penegakan hukum. “Saya kira proses di partai juga akan segera menyusul,” ujarnya.
Di sisi lain, Noel telah diberhentikan dari jabatannya sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan setelah ditetapkan sebagai tersangka. Keputusan itu dinilai sejalan dengan komitmen pemerintah dan partai dalam menyikapi perkara korupsi.
KPK sebelumnya melakukan tangkap tangan terhadap Noel dalam perkara yang diduga terkait penyimpangan pada program sertifikasi K3. Penangkapan tersebut menyita perhatian publik mengingat Noel dikenal luas di kalangan aktivis dan politikus. Lembaga antirasuah masih melakukan pendalaman terhadap dugaan aliran dana serta pihak-pihak yang terlibat.
Gerindra menyatakan menghormati proses hukum yang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada KPK. Di internal partai, mekanisme administratif pemecatan disebut akan diselesaikan sesuai AD/ART. Dengan langkah ini, Gerindra ingin menegaskan bahwa setiap anggota yang berhadapan dengan kasus korupsi tidak mendapat toleransi.
Kasus Noel menjadi pengingat bahwa standar integritas bagi pejabat publik dan anggota partai harus dijaga ketat. Publik kini menanti perkembangan penyidikan KPK serta keputusan final Gerindra terkait status keanggotaan Immanuel Ebenezer.
