Surabaya – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menemukan lonjakan harga cabai saat melakukan pemantauan langsung harga kebutuhan pokok di Pasar Kedurus, Surabaya, Senin (22/12/2025). Meski demikian, ia memastikan bahwa harga sembilan bahan pokok lainnya masih berada dalam kondisi normal dan terkendali.
Dalam peninjauan tersebut, Bambang Haryo mencatat harga cabai kecil mencapai Rp80.000 per kilogram. Angka ini dinilai cukup tinggi dibandingkan komoditas pangan lain yang dijual di pasar tradisional tersebut.
“Yang mahal hanya cabai, cabai kecil-kecil ya, di mana ini sangat tinggi, Rp80.000,” ujar Bambang di sela kunjungannya.
Meski menemukan lonjakan pada komoditas cabai, Bambang menegaskan bahwa harga bahan pangan utama lainnya seperti ayam, telur, daging, ikan, dan beras masih relatif stabil. Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan situasi saat memasuki periode Natal dan Tahun Baru maupun Idulfitri.
“Kondisinya tidak dalam masa peak season. Jadi harga ayam, telur, dan lainnya masih stabil,” jelasnya.
Bambang Haryo menilai stabilitas harga sembako tersebut mencerminkan kinerja pemerintah dalam menjaga pasokan dan distribusi pangan. Ia mengapresiasi kerja keras Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, serta seluruh pemangku kepentingan di sektor pangan nasional.
“Ini bukti bahwa pemerintah cukup bagus dalam pengendalian harga dan sangat bekerja keras,” katanya.
Ia berharap kondisi stabil tersebut dapat dipertahankan hingga akhir tahun agar tidak membebani daya beli masyarakat. Menurutnya, stabilitas harga pangan memiliki dampak langsung terhadap inflasi dan kesejahteraan rakyat.
Selain menyoroti harga, Bambang juga mengkritisi sistem distribusi pangan yang dinilainya masih perlu dibenahi. Ia menekankan pentingnya penggunaan truk berpendingin atau reefer truck untuk menjaga kualitas bahan pangan selama proses distribusi.
“Kalau menggunakan freezer, ayam bisa bertahan sampai 20 hari dan tidak cepat busuk,” jelasnya.
Tak hanya itu, Bambang Haryo juga mendorong pembangunan cold storage di pasar-pasar induk serta pemberian subsidi freezer bagi pedagang pasar tradisional. Menurutnya, langkah tersebut akan mengurangi kerugian pedagang akibat bahan pangan rusak serta membantu menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
