Sidoarjo — Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengapresiasi keberadaan Kampung Lali Gadget di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, yang dinilai menjadi ruang edukasi sekaligus pelestarian budaya bagi generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital.

Hal itu disampaikan Bambang saat mengunjungi Kampung Lali Gadget di Sidoarjo, Senin. Menurut dia, konsep edukasi yang mengangkat permainan tradisional memiliki nilai penting untuk memperkenalkan budaya lokal kepada anak-anak dan remaja.

“Kami harapkan ini tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat di desa ini, tetapi juga dimanfaatkan oleh desa-desa lainnya,” kata Bambang.

Ia menjelaskan, keberadaan permainan tradisional di Kampung Lali Gadget dapat menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda agar memahami budaya dan permainan yang pernah berkembang di masyarakat Indonesia.

Menurut Bambang, pelestarian permainan tradisional penting dilakukan secara berkelanjutan agar budaya lokal tidak hilang di tengah pesatnya penggunaan gadget dan teknologi digital.

“Ada istilahnya budaya ini terus dilakukan secara terus-menerus,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Bambang juga menyoroti perlunya dukungan fasilitas penunjang agar Kampung Lali Gadget dapat berkembang lebih optimal sebagai pusat edukasi dan wisata budaya. Ia mendorong adanya tambahan sarana transportasi umum menuju lokasi serta kelengkapan peralatan permainan tradisional.

Selain itu, ia juga menyinggung rencana Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk mendukung keberlangsungan kawasan tersebut melalui pembelian lahan yang saat ini masih berstatus sewa.

“Beberapa bulan lalu saat peringatan Hari Anak, Bupati Sidoarjo Subandi menginginkan supaya tanah di lokasi ini dibeli oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo karena selama ini statusnya masih tanah sewa,” katanya.

Bambang menilai dukungan pemerintah daerah sangat diperlukan agar Kampung Lali Gadget dapat berkembang menjadi pusat edukasi budaya yang lebih besar dan berkelanjutan.

Ia juga mendorong Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo untuk melibatkan sekolah-sekolah dalam kegiatan edukasi di lokasi tersebut. Menurut dia, siswa perlu dikenalkan secara langsung dengan permainan tradisional dan kegiatan budaya lokal.

“Saya mendorong Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo untuk mengerahkan anak didik mereka datang ke lokasi ini minimal setahun sekali,” ujarnya.

Selain sebagai pusat permainan tradisional, Bambang menilai Kampung Lali Gadget memiliki potensi menjadi ruang pertunjukan seni budaya masyarakat. Ia menyebut fasilitas panggung yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk kegiatan tari tradisional, ludruk, hingga pertunjukan budaya lainnya.

“Sudah ada panggung, ini bisa dimanfaatkan benar untuk kepentingan kebudayaan,” katanya.

Sementara itu, pengelola Kampung Lali Gadget, Irfandi, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada kawasan edukasi tersebut. Ia berharap dukungan dari berbagai pihak dapat mempercepat pengembangan Kampung Lali Gadget sebagai pusat edukasi dan budaya di Sidoarjo.

“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan tempat ini,” kata Irfandi.