Sidoarjo — Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendorong masyarakat menjadi ujung tombak promosi pariwisata daerah melalui pemanfaatan media digital. Hal itu disampaikan dalam kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) promosi digital bertajuk Wonderful Indonesia yang diikuti sekitar 75 peserta di Sidoarjo, Sabtu, 9 Mei 2026.

Menurut Bambang, kekuatan media sosial saat ini menjadi instrumen penting dalam membangun citra daerah sekaligus meningkatkan daya tarik wisata. Ia menilai promosi berbasis digital harus melibatkan masyarakat secara langsung agar pesan pariwisata lebih luas dan cepat menjangkau publik.

“Peserta ini nantinya diharapkan menjadi ujung tombak dalam membranding pariwisata Sidoarjo. Ini penting untuk mendorong peningkatan jumlah wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” ujar Bambang.

Ia mengatakan Sidoarjo memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang wisatawan menuju Jawa Timur karena keberadaan Bandara Internasional Juanda yang secara administratif berada di wilayah tersebut. Potensi itu, kata dia, harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat sektor pariwisata daerah.

Menurut Bambang, selama ini banyak potensi wisata lokal yang belum dipromosikan secara optimal, baik wisata budaya, wisata kreatif, hingga sektor kuliner. Padahal, potensi tersebut dinilai mampu menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.

“Semua wisatawan internasional yang ke Jawa Timur mendarat di Juanda yang secara administratif berada di Sidoarjo. Ini peluang besar yang harus kita tangkap,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kreativitas masyarakat dalam memproduksi konten digital yang menarik dan mudah diterima publik. Konten promosi, lanjutnya, tidak harus selalu bersifat formal, tetapi dapat dikemas melalui video pendek, foto, maupun cerita keseharian yang menggambarkan kekayaan daerah.

Bambang menilai sektor kuliner lokal memiliki peluang besar untuk diangkat sebagai identitas pariwisata Sidoarjo. Ia menyebut Indonesia memiliki ribuan ragam kuliner yang belum dikenal luas, bahkan oleh masyarakat sendiri.

“Kita punya ribuan jenis kuliner yang belum dikenal luas, bahkan oleh masyarakat Indonesia sendiri. Ini potensi besar yang harus dipromosikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Pelaksanaan Event Daerah Kementerian Pariwisata RI, Eni Komiarti, mengatakan program Wonderful Indonesia membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar promosi wisata nasional semakin kuat.

Menurut Eni, masyarakat memiliki peran strategis dalam menyebarkan informasi positif mengenai destinasi wisata melalui akun media sosial masing-masing. Langkah sederhana seperti membagikan foto kuliner, budaya, hingga destinasi lokal dinilai mampu memberikan efek berantai terhadap peningkatan minat wisatawan.

“Wonderful Indonesia ini bukan hanya milik Kementerian Pariwisata, tetapi milik bersama. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mempromosikan pariwisata melalui media sosial masing-masing,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya promosi pariwisata semakin meningkat sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata unggulan di tingkat global.