Selasa, 19 Juni 2018 - 13:45 WIB

Pertempuran di Yaman, Hancurkan separuh kota

Yaman – Pasukan koalisi Arab pada Senin (18/6) melanjutkan pemboman darat, laut dan udara terhadap gerilyawan Syiah Al-Houthi, yang bersekutu dengan Iran, di Kota Pelabuhan Laut Merah Yaman, Hodeidah.

Koalisi tersebut, yang dipimpin oleh militer Arab Saudi dan Uni Emirt Arab (UAE), melancarkan serangan besar enam hari sebelumnya dengan tujuan merebut bandar udara strategis itu di ujung selatan Kota Hodeidah.

Pegiat hak asasi manusia Adel Bishr dari Yayasan Amal As-Saleh, yang independen, mengatakan kepada Xinhua pertempuran darat masih terpusat di Desa Manzara di sepanjang pantai Laut Merah, sekitar 10 kilometer di sebelah tenggara bandara udara tersebut.

Petempur Al-Houthi dengan menggunakan senapan Kalashnikov AK-47 telah melakukan perlawanan sengit, dan menghalangi upaya maju oleh pasukan koalisi, kata Bishr.

“Bandar udara itu dan semua gerbangnya serta jalan utama di sekitarnya masih dikuasai petempur Al-Houthi,” kata Bishr, sebagaimana di kutip Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi. Ia bersema dengan tim 10-orang melakukan perjalanan dari Sana’a ke Hodeidah pekan lalu untuk tugas kemanusiaan.

Ia mengatakan situasi di dalam kota tersebut relatif tenang, tapi pesawat tempur koalisi telah melancarkan puluhan serangan udara terhadap bandar udara itu, “sehingga membuat panik warga lokal”.

Stasiun televisi Al-Masira, yang dioperasikan oleh Al-Houthi, melaporkan enam serangan udara menghantam Kabupaten Ad-Durayhemi dan daerah di sekitar bandar udara. Satu serangan udara, katanya, menghantam satu rumah di kabupaten tersebut, menewaskan empat pria dan seorang perempuan.

Pada Ahad, stasiun televisi itu melaporkan 26 serangan udara terhadap bandar udara tersebut.

Seluruh kota pelabuhan itu, yang dihuni sebanyak 600.000 warga, masih dikuasai petempur Al-Houthi, kata Bishr.

“Petempur Al-Houthi telah memutus Jalan Kilo 16, yang menghubungkan Pusat Kota Hodeidah dengan jalan raya menuju Ibu Kota Yaman, Sana’a, dan mendirikan puluhan pos pemeriksaan militer,” kata Bishr.

Hampir 3.000 orang telah meninggalkan Manzara dan Kabupaten Ad-Durayhemi ke beberapa gedung sekolah di dalam Kota Hodeidah dan sebagian lagi menyelamatkan diri ke kabupaten pegunungan yang berada jauh.

“Saya dengar dari beberapa keluarga yang meninggalkan rumah mereka bahwa mereka melihat puluhan petempur yang tewas dari kedua pasukan yang bertikai tergeletak di jalan di Manzara dan di sepanjang jalan menuju bandar udara,” kata Bishr.

Koalisi Arab menyatakan telah mengumpulkan 20.000 prajurit untuk pertempuran paling besar selama lebih dari tiga tahun perang, dan akan ada serangan cepat dan bersih untuk merebut bandar udara serta pelabuhan.

Media Al-Houthi melaporkan milisi Syiah itu telah mengirim 4.000 petempur dengan menggunakan kendaraan bak-terbuka untuk mempertahankan kota tersebut.

Artikel ini telah dibaca 230 kali

loading...
Baca Lainnya

SEE EVERYBODY IN “THE NEW WORLD” SOON Azerbaijani Model In The Fight Against COVID-19

Emin Aliyev Chairman of The Association of Organic Producers and Exporters of Azerbaijan The World...

28 April 2020, 23:51 WIB

Ngeri! Pemerintahan Erdogan, 864 Bayi Dipenjarakan di Turki

TURKI –  Pemerintahan Turki yang di pimpin Erdogan menghancurkan demokrasi dan melanggar HAM dengan berbagai...

29 September 2019, 21:06 WIB

Ribuan Tanda Tangan Dukungan Warga Malang Tangkal Isu Provokatif Ajakan Kembali Warga Papua Ke Bumi Papua

Berbagai eksponen yang menamakan diri Solidaritas Indonesia (Solid) untuk NKRI serta Keluarga Besar Melanesia Malang...

5 September 2019, 12:22 WIB

Ajang Memperkenalkan Indonesia, KBRI Azerbaijan Kembali Gelar ICF 2019 September Mendatang

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Azerbaijan akan menyelenggarakan Indonesian Cultural Festival (ICF) 2019 di...

29 Agustus 2019, 09:37 WIB

Kebakaran Amazon, Presiden Brasil minta Dunia tak Ikut Campur

Jakarta – Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, menuntut pihak asing tak ikut campur menyikapi kebakaran hutan...

Amazon/@EmmanuelMacron

23 Agustus 2019, 11:12 WIB

Papua nugini rusuh, Pesawat Dibakar

PNG – Papua Nugini telah menyatakan keadaan darurat, menangguhkan pemerintah provinsi dan mengirim pasukan bersenjata...

19 Agustus 2019, 14:17 WIB

loading...