TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memperkuat keamanan data masyarakat pada layanan digital Tangsel One. Langkah ini diambil sebagai upaya mencegah kebocoran data serta mengantisipasi ancaman peretasan yang kian meningkat.
Kolaborasi tersebut difokuskan pada pengamanan sistem berbasis Artificial Intelligence (AI), termasuk asisten digital HELITA (Hello Kita Tangsel) yang menjadi salah satu inovasi layanan publik di kota tersebut. Pemkot memastikan perlindungan data pribadi menjadi prioritas utama dalam transformasi digital.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel, Tb Asep Nurdin, mengatakan kerja sama dengan BSSN bertujuan mengidentifikasi potensi celah keamanan yang bisa dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab. Ia menyinggung ancaman seperti penyusupan konten negatif hingga praktik judi online yang kerap menyasar platform digital pemerintah.
“Kami juga sudah bekerja sama dengan BSSN untuk menemukan kerentanan atau celah-celah yang bisa dimanfaatkan oleh pihak yang tidak berkenan, seperti mohon maaf judol dan sebagainya,” ujar Asep, Kamis (30/4/2026).Asep menegaskan, meskipun sistem Tangsel One telah dilengkapi teknologi enkripsi, evaluasi tetap dilakukan secara berkala.
Audit keamanan melibatkan tim internal maupun pakar eksternal guna memastikan sistem tetap terlindungi dari potensi serangan siber.Menurutnya, layanan digital memang tidak lepas dari risiko. Karena itu, pendekatan preventif harus terus diperkuat agar data yang diunggah masyarakat tidak disalahgunakan.
“Apalagi terkait perlindungan data pribadi. Ini penting, jangan sampai data yang di-upload malah disalahgunakan,” katanya.Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menjelaskan bahwa Tangsel One menghadirkan HELITA sebagai asisten digital berbasis WhatsApp. Layanan ini dapat diakses masyarakat selama 24 jam untuk berbagai kebutuhan informasi hingga pengaduan.
“HELITA hadir untuk membantu masyarakat menemukan informasi, menjawab pertanyaan, mengarahkan kebutuhan layanan, dan memberikan respons yang cepat selama 24 jam setiap hari,” ujar Benyamin.
Dengan dukungan BSSN, Pemkot Tangsel berharap dapat menghadirkan layanan publik digital yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga aman. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen menciptakan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi yang berkeadilan dan terpercaya bagi seluruh masyarakat.
