Senin, 18 Februari 2019 - 11:14 WIB

Mengejutkan, temuan Bambang Haryo Jadi Pertanyaan Prabowo ke Jokowi

Jakarta – Temuan Bambang Haryo Soekartono anggota komisi V DPR-RI dapil Surabaya-Sidoarjo mengenai dua infrastruktur pemerintahan Presiden Joko Widodo, menjadi bahan pertanyaan Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto kepada Joko Widodo.

Dua mega proyek itu, yakni LRT Palembang dan Bandara Kertajati di Majalengka Jawa Barat. Dua infrastruktur Jokowi itu, disebut Prabowo Subianto dalam debat Pilpres kedua, Minggu (17/2) malam, bahwa infrastruktur yang dibangun itu tidak dikerjakan dengan studi yang benar.

“Saya menghargai niat Pak Jokowi dalam memimpin pembangunan infrastruktur, tetapi saya juga harus menyampaikan, kemungkinan besar tim pak Jokowi kurang efisien kerjanya. Banyak infrastruktur yang dikerjakan grusa grusu tanpa feasibility yang benar,” kata Prabowo dalam Debat Capres Jilid 2 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu.

Dia menjelaskan karena itu banyak proyek tidak efisien bahkan merugi, karena sulit untuk dibayar.

“Ini yang jadi masalah untuk infrastruktur, bukan infrastruktur untuk rakyat malah rakyat untuk infrastruktur,” imbuh dia.

Kemudian dia mengatakan tidak bisa infrastruktur hanya menjadi monumen. “Sebagai contoh LRT Palembang dan Lapangan terbang Kertajati dan macam-macam lagi,” jelas dia.

Namun pertanyaan Prabowo itu, dibantah oleh Presiden Jokowi, capres nomor urut 1 itu menjawab kritik dari Prabowo tentang pembangunan infrastruktur yang grasak-grusuk. Jokowi menjawab tudingan Prabowo salah besar.

“Kalau tadi Pak Prabowo menyampaikan tanpa study feasibility tadi salah besar. Karena ini sudah direncanakan lama. Tentu saja semua ada, DED-nya ada (detail engineeering design), semua ada,” kata Jokowi dalam Debat Capres Jilid 2 di Hotel Sultan, Jakarta.

Sebelumnya, masalah LRT Palembang ini dibongkar pertama kali oleh anggota DPR-RI Bambang Haryo Soekartono, menurutnya, LRT Palembang ini tidak memiliki konektivitas dan terintegrasi ke kawasan publik umum, melainkan hanya terhubung ke tempat orang kaya.

Anggota fraksi Gerindra itu, menganggap bahwa LRT Palembang tidak punya manfaat untuk Publik, bahkan nilai investasi sebesar Rp10,9 Triliun itu belum sebanding dengan penghasilannya jika di asumsikan 5.000 penumpang, 10.000 harga tiket, maka pendapatannya hanya 500 juta. Sedangkan untuk pengeluarannya untuk listrik saja bisa mencapai lebih dari itu.

Sementara itu, untuk bandara Kertajati yang disinggung Prabowo saat debat Pilpres Minggu malam, juga menjadi temuan Bambang Haryo Soekartono.

Menurut Caleg DPR-RI dapil Surabaya-Sidoarjo ini mengatakan Pembangunan bandara yang memakan biaya Rp2,6 Triliun dan ditambah fasilitas pendukungnya Rp2,2 Triliun itu ditenggarai asal-asalan.

Pasalnya, Instrumen landing system di Bandara Kertajati belum di install, Padahal penting, terkait keselamatan penumpang dan penerbangan.

Selain itu, Conveyor bagasi hanya ada 1, kemudian X-Ray masih menggunakan milik Bandara Soetta, kemudian di lantai II pun belum di tekel.

“Menurut saya, Bandara ini tidak layak, dan ini adalah satu penipuan yang dilakukan Pemerintah dalam menginformasikan bahwa Bandara ini adalah Bandara Terbesar”Demikian Bambang, saat berbincang dengan deliknews.com.

Artikel ini telah dibaca 1473 kali

loading...
Baca Lainnya

Wartawan Deliknews Juara lll Lomba Jurnalistik BPK RI

BPKawan dalam rangka mewujudkan semangat Accountability for All, Biro Humas dan KSI BPK RI telah...

Darlin WM saat Vicon dengan BPK RI dari Kantor BPK Perwakilan Sumatera Barat di Kota Padang.

14 Agustus 2020, 08:23 WIB

RUU Cipta Kerja untungkan Para Pekerja

Oleh : Zakaria Omnibus law RUU Cipta Kerja adalah rancangan undang-undang terbaru yang akan mengubah...

14 Agustus 2020, 00:01 WIB

RUU BPIP Payung Hukum Tanamkan Nilai-Nilai Pancasila

Oleh : Muhammad Zaki Pemerintah akan meresmikan RUU BPIP menjadi undang-undang. RUU ini sangat penting...

13 Agustus 2020, 23:26 WIB

Momentum HUT RI, Bersinergi Lawan Covid-19

Oleh : Raavi Ramadhan Covid-19 telah menjadi tantangan secara global dan membutuhkan tindakan nyata dalam...

13 Agustus 2020, 22:30 WIB

Mewaspadai Manuver KAMI Ganggu Kerja Keras Pemerintah Tangani Covid-19

Oleh : Bayu Anggito Di tengah pandemi Covid-19, segelintir orang yang selama ini tergabung selalu...

13 Agustus 2020, 20:53 WIB

Mewaspadai Gerakan Separatisme Papua

Oleh : Saby Kosay Gerakan separtis di Papua diprakarsai oleh Organisasi Papua Merdeka. Mereka tidak...

12 Agustus 2020, 10:04 WIB

loading...