Selasa, 30 April 2019 - 14:37 WIB

Pemindahan ibukota, JK : Mirip Washington dan NY

Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan rencana pemindahan ibu kota pemerintahan Indonesia dari DKI Jakarta ke luar Pulau Jawa antara lain merujuk pada Amerika Serikat. Amerika memindahkan ibu kota pemerintahannya dari New York ke Washington DC.

“Jadi nanti akan terjadi, cita-cita ke depan, ada Washington yang jadi ibu kota lebih kecil, ada New York yang menjadi kota dagang dan kota bisnis, serta kegiatan lainnya masyarakat itu,” kata Wapres JK kepada wartawan di Istana Wakil Presiden Jakarta, Selasa (30/4).

DKI Jakarta ke depannya diharapkan dapat menjadi daerah dengan pusat bisnis dan kegiatan perekonomian. Sementara daerah baru nantinya akan menjadi ibu kota pemerintahan.

Dengan pemisahan ibu kota pemerintahan dan pusat kegiatan perekonomian, JK melanjutkan, maka diharapkan pembangunan di Indonesia dapat berjalan terfokus dan terencana dengan baik.

“Sebenarnya cita-citanya ingin suatu ibu kota yang betul-betul ibu kota pemerintahan dalam kerangka otonomi kita. Sehingga pemerintah pusat itu tidak terlalu besar, tapi diberikan kewenangan otonomi sehingga puat dapat mengkoodinasi daerah-daerah dengan baik,” jelasnya.

Sebelumnya, dalam rapat terbatas di Kantor Presiden Jakarta, Senin (29/4), syarat-syarat untuk lokasi baru ibu kota pemerintahan Indonesia telah disepakati. JK mengatakan sedikitnya ada 10 syarat bagi suatu daerah untuk menjadi lokasi baru ibu kota Indonesia.

JK menjelaskan syarat-syarat tersebut antara lain letaknya harus strategis berada di tengah daripada Indonesia, penduduknya harus mempunyai tingkat toleransi baik, memiliki risiko kecil terhadap bencana alam dan daerah tersebut harus memiliki sedikitnya 60 ribu hektare lahan kosong.

“Belum diputuskan di mananya, karena ada syaratnya lagi, ada 10 syaratnya: harus strategis letaknya di tengah daripada Indonesia, harus penduduknya mempunyai toleransi yang baik, harus bersifat nasional. Ini butuh riset yang betul dan pemilihan yang betul dan adil,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 432 kali

loading...
Baca Lainnya

Omnibus Law Cipta Kerja Memberikan Kemudahan Peluang Usaha

Oleh : Intan Prameswari Makin banyak orang yang ingin membuka bisnis baru, namun sayangnya tebentur...

19 September 2020, 23:32 WIB

Strategi ‘Rem dan Gas’ Seimbangkan Fokus Kesehatan dan Ekonomi di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Oleh: Muhammad Sidiq (Ketua Gerakan Literasi Terbit Regional Kota Bandung) Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan...

19 September 2020, 22:44 WIB

KAMI Ancam Persatuan Bangsa

Oleh : Ahmad Kurniawan Koalisi aksi menyelamatkan Indonesia (KAMI) ditolak mentah-mentah oleh masyarakat, karena dianggap...

19 September 2020, 21:41 WIB

Restoratif Justice Rezka Oktoberia Di Setujui Kejaksaan Tinggi Sumatra Barat, Tokoh Luak 50 Kota: Alhamdulillah

Keluarnya Peraturan Kejagung RI nomor 15 tahun 2020 di sambut baik oleh masyarakat. Apresiasi untuk...

19 September 2020, 15:29 WIB

Omnibus Law Cipta Kerja Menguntungkan Para Pencari Kerja

Oleh : Adiarso Wibowo Peresmian omnibus law Cipta Kerja dinanti-nanti oleh masyarakat Indonesia, terutama para...

18 September 2020, 22:22 WIB

PERAN TOKOH MASYARAKAT DAN MEDIA PENTING DALAM UPAYA MENANGGULANGI PANDEMI COVID-19

Oleh : Alfisyah Kumalasari Wabah pandemi Covid 19 di Indonesia tidak terasa telah memasuki bulan...

18 September 2020, 21:48 WIB

loading...