BANDUNG – Kegiatan sosial ibu ibu PKK yang tergabung di OMABA (Ojek Makanan Balita) di kelurahan Cisaranten Kidul Kelurahan Gede Bage Kota Bandung makin bersinar. Meski baru berjalan 7 tahun prestasi nya sudah mendunia.

Kegiatan OMABA ( Ojek Makanan Balita ) merupakan kelompok ibu di kelurahan Cisaranten Kidul Kelurahan Gede Bage Kota Bandung mulai aktif 2012 lalu. Berawal dari keprihatinan Hj.Vita Phinera Wijaya terhadap banyaknya balita di sekitar tempat tinggalnya yang terkena gizi buruk.

Hj.Vita Phinera Wijaya bersama 10 ibu2 PKK mempunyai inisiatif membuat kelompok dibidang kegiatan sosial memberi makanan khusus bagi balita yang terkena gizi buruk di sekitar tempat tinggalnya. Kegiatan OMABA bermodal 22 juta dari APBN tahun 2013 untuk pemberian makanan gratis ke balita yang kena gizi buruk.

Pemaparan Hj.Vita Phinera Wijaya selaku ketua OMABA di depan puluhan Jurnalis. ” OMABA salah satu binaan Pertamina Terminal BBM Bandung Group bersama ICDC Indonesia sebagai pendamping kelompok OMABA dan UPT Puskesmas Riung Bandung. Kelompok OMABA fokus dalam kegiatan kesehatan dan lingkungan” ujar Hj.Vita Phinera Wijaya.

Kelompok OMABA (Ojek Makanan Balita) ini lahir dari adanya persoalan kesehatan di masyarakat yaitu banyaknya kasus balita gizi buruk di Kelurahan Cisaranten Kidul. Dapur OMABA didirikan pada 2012 lalu ketika dia dan para tetangganya terkejut mendapati data jumlah balita gizi buruk sebanyak 22 kasus balita gizi buruk di seluruh Kecamatan Gedebage, 17 di antaranya ada di Cisaranten Kidul, sambungnya.

Dapur OMABA dikelola oleh delapan ibu-ibu yang memiliki potensi pada bidang mengelolah makanan dan tata boga. Kegiatan OMABA meliputi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada balita gizi buruk untuk pemulihan, pengolahan makanan sehat sebagai menu PMT serta kegiatan produksi makanan dan jasa tata boga.

Kegiatan OMABA merupakan pusatnya di dapur dimana setiap kegiatan produksi mengolah makanan sehat untuk asupan balita gizi buruk, mengolah produk frozen food sehat, mengolah produk cookies, mengolah produk cistik. Selain itu juga membuat mie sehat yang siap untuk dijual untuk masyarakat umum.

Saya sampaikan terima kasih kepada Pertamina yang telah memfasilitasi dan membina OMABA sehingga bisa terus berkiprah untuk masyarakat. Selama tujuh tahun berjalan, dapur OMABA sudah mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Mulai dari dari Walikota Bandung sebagai top 35 Inovasi Pelayanan Publik Kemenpan, top 99 Lomba Inovasi Tingkat Dunia di Belanda pada tahun 2017, penghargaan dari DPRD sampai apresiasi undangan Presiden, pungkasnya. (jat)