Kamis, 14 November 2019 - 19:03 WIB

Didakwa Gunakan Gelar Palsu, Guntual Lakukan Perlawanan Secara Hukum

Sidoarjo – Sidang perdana kasus dugaan ogelar palsu strata satu (S1) Sarjana Hukum (SH) yang menjerat terdakwa Guntual digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Rabu (13/11).

Sidang dipimpin ketua mejelis hakim Erly Soelistyarini mendengarkan terdakwa membacakan epsepsinya. Dalam epsepsinya terdakwa meminta agar dirinya dibebaskan demi hukum. penuntut umum untuk duduk di kursi pesakitan.

Dengan menggunakan toga, terdakwa yang duduk kursi pesakitan, terdakwa membacakan epsepsinya dengan lantang “ Saya merasakan bahwa ini adalah kriminalisasi terhadap saya dan dakwaan yang ditujukan kepada saya tifaklahbtrpat. Oleh karena itu kasus yang menimpa saya tidaklah benar. Dan saya berhak mendapatkan kebebasan demi hukum ” kata Guntual

Terdakwa bersikukuh bahwa kebebasan demi hukum merupakan haknya. “Mulai awal sampai akhir saya tidak bersalah dan saya tidak akan mau dipenjara walaupun sehari ” tegas pria berusia 56 tahun itu.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sidoarjo Ibnu Sina yang membacakan surat dakwaan mengungkapkan Guntual didakwa melakukan suatu perbuatan perseorangan yang tanpa hak dilarang menggunakan gelar akademik, gelar vokasi, dan atau gelar profesi.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 28 ayat 7 Jo Pasal 93 Undang-undang nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi,” ucapnya.

Dalam surat dakwaan juga diuraikan, perbuatan itu pada hari Kamis tanggal 05 Desember 2013 sekitar pukul 14.00 WIB dan pada hari Senin tanggal 30 Juni 2014.

Kasus yang menimpa Guntual ini berawal ketika dirinya mengajukan kredit di Kantor PT BPR Jati Lestari Sidoarjo di Jl. Pahlawan Perum Pondok Jati Kav A No.1 Kelurahan Pagerwejo, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. “Dalam berkas pengajuan, terdakwa mencantumkan gelar sarjana hukum (SH) di belakang namanya, padahal terdakwa tanpa hak dilarang menggunakan gelar akademik gelar vokasi, dan atau gelar profesi,” ungkapnya.

Penasehat Hukum Guntual yaitu Tuti Laremba, S.H., mengatakan bahwa penggunaan gelar tidak bisa diasumsikan ” Hal ini tidak bisa dibenarkan. Dalam hukum pidana penggunaan gelar tidak bisa diasumsikan” katanya

Sedangkan Guntual menyatakan bahwa dirinya tetap akan berjuang untuk memenangkan kasus ini ” Saya tetap akan melakukan perlawanan secara hukum dan saya tidak akan mau ditahan walaupun sehari pun. Dan, saya kemungkinan akan melakukan penuntutan balik terhadap lawan yang telah melakukan kriminalisasi kepada saya ” ujarnya. (Zam)

Artikel ini telah dibaca 456 kali

loading...
Baca Lainnya

SIG Kerjasama dengan Balitjestro Budidayakan Tanaman Buah di Lahan Green Belt Pabrik Tuban

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan...

28 September 2020, 15:50 WIB

KPU Tuban Tetapkan Nomor Urut Paslon Bupati – Wabup

Tuban – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tuban menggelar Launching dan Pengambilan Nomor Urut Pasangan...

24 September 2020, 21:32 WIB

Bantu UMKM Klaster Perikanan Untuk Berkembang, SIG Berikan Bantuan Modal dan Pendampingan

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus berupaya meningkatkan kemandirian dan pengembangan usaha...

19 September 2020, 03:28 WIB

Bupati Tuban Perpanjangan Pembatasan Jam Malam

Tuban – Bupati Tuban, H Fathul Huda, memperpanjang pembatasan jam malam di seluruh wilayah Bumi...

15 September 2020, 20:39 WIB

Pengurus Pusat KBPPAL Harus Bisa Bersinergi Dengan Mabes TNI AL

Surabaya – Kopdar kecil-kecilan para inisiator KBPPAL (Keluarga Besar Putra Putri Angkatan Laut) dari Jakarta,...

13 September 2020, 21:48 WIB

HUT FKPPI ke 42, Anggota PD XIII FKPPI Jatim Menggelar Donor Darah

Surabaya – Untuk menyambut HUT FKPPI ke-42, Pengurus PC 1330 KB FKPPI Surabaya menggelar bhakti...

13 September 2020, 12:49 WIB

loading...