Kamis, 21 November 2019 - 07:43 WIB

Kasus Penggunaan Gelar Akademi Yang Dianggap Palsu. Usai Sidang, Guntual Hampir Bentrok Dengan Pos Bankum PN Sidoarjo

Sidoarjo – Sidang penggunaan gelar akademik yang dianhgap palsu memasuki tahapan jawaban epsepsi dari Jaksa Penuntut Umum. JPU Ardi S.H,- dari Kejaksaan Negeri Sidoarjo dalam jawabannya menyatakan bahwa terdakwa mengirimkan surat kepada PT.JATI LESTARI di GEDANGAN Sidoarjo dengan mencantumkan SH. di belakang nama ” Jadi Dalam hal ini surat yang dikirimkan Oleh terdakwa akan menimbulkan suatu akibat ketika surat tersebut diterima dan diketahui oleh Saksi THE RIMAN SUMARGO yang berada di Sidoarjo ” kata Ardi saat membacakan jawaban epsepsinya.

Nama gelar akademik sarjana hukum sebagai alat melaporkan terdakwa oleh Djoni Harsono dan The Riman Sumargo ke Polresta Sidoarjo. Dari pengakuan terdakwa, gelar akademik tersebut tidak diperuntukan untuk merugikan orang lain, akan tetapi untuk meminta pengembalian aset dan rincian pembayaran

Setelah mendengarkan jawaban JPU dalam sidang, terdakwa Guntual diakhir sidang tidak terima karena isi dari jawaban tersebut masih mengacu pada surat pribadi, yaitu menggunakan gelar akademik sarjana hukum, pada peruntukan untuk meminta pengembalian aset dan rincian pembayaran ” Bagaimana bisa surat yang bersifat privasi dijadikan barang bukti oleh JPU. Harap Majelis Hakim mempertimbangkan jawaban JPU tersebut ” kata Guntual

Hebohnya, pasca sidang, terdakwa sambil mengenakan seragam toga melakukan orasi yang bersifat protes terhadap penegak keadilan. Suasana gaduhpun tak terelakkan. Para narapidana yang menunggu sidang berteriak seolah mendukung orasi dari Guntual tersebut ” Saya tidak habis pikir dengan jaksa yang menggunakan surat pribadi penggunaan gelar akademik sarjana hukum antara kreditur dengan debitur. Seharusnya tidak diperuntukan untuk publik. Saya dalam surat itu hanya menanyakan aset dan rincian pembayaran kok saya malah dikriminalisasi ” teriak Guntual

Kemarahan terdakwa Guntual, bahwasanya pengacara yang tergabung dalam Posbakum (Pos Bantuan Hukum) Pengadilan Negeri Sidoarjo, karena mereka telah melaporkan terdakwa bersama istrinya terkait undang-undang ITE yang telah mencemarkan institusi pengadilan.

Terpisah Tuti SH, kuasa hukum terdakwa mengatakan, pada dasarnya seorang jaksa tidak diperbolehkan berasumsi, harus sesuai bukti-bukti. Selain itu, nama gelar kliennya tidak dipergunakan untuk melakukan tindakan penipuan ” Jawaban JPU tadi tidak rasional. JPU seharusnya tidak berasumsi dan harus sesuai dengan bukti buktinya ada” katanya

Sementara itu, terdakwa Guntual mengancam jawaban ketua majelis hakim dalam eksepsi tidak dikabulkan, maka terdakwa tidak akan mengikuti apa yang menjadi keputusan ketua majelis hakim.

Sedangkan JPU Ardi S.H usai sidang saat ditanya strategi apa yang bakal dipakai dalam sidang berikutnya Ardi menyatakan bahwa pihaknya masih belum bisa mengumbar strategi sidang ” Kita lihat aja nanti mas. Sidang kan masih minggu depan ” tukasnya (zam)

Artikel ini telah dibaca 441 kali

loading...
Baca Lainnya

Kasus Covid-19 Tinggi Jangan Abaikan Protokol Kesehatan

Oleh : Edi Jatmiko Corona masih menjadi momok bagi rakyat Indonesia. Setiap hari ada laporan...

9 Juli 2020, 22:43 WIB

Virtual, Kapolri dan Panglima TNI Pimpin Panen Raya Desa Tangguh Majalengka

MAJALENGKA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar Panen Raya...

9 Juli 2020, 22:24 WIB

Gelar Panen Raya Serentak, TNI-Polri Komitmen Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

Tangerang – Hari ini, Kamis, Juli 2020, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Tentara Nasional...

9 Juli 2020, 21:52 WIB

Wow, Ketum BPI KPNPA dan Mbah Mar Gugat Dua Media di Dewan Pers

Jakarta – Ketum BPI KPNPA, Tubagus Rahmad Sukendar bersama Maryadi atau akrab disapa Mbah Mar,...

9 Juli 2020, 16:29 WIB

Masyarakat Harus Disiplin Protokol Kesehatan Menuju New Normal

Oleh : Edi Jatmiko Era new normal yang baru dibuka sebulan ini membuat kita boleh...

8 Juli 2020, 22:58 WIB

Menteri KKP Berangkatkan Ekspor Ke 90 Dari PT. Kirana Food

Tuban – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo, memberangkatkan ekspor olahan ikan laut ke...

8 Juli 2020, 21:14 WIB

loading...