Senin, 22 Juni 2020 - 13:50 WIB

Kantor OJK Perwakilan Sumbar

Kantor OJK Perwakilan Sumbar

Kecewa Berat, Nasabah BRI Protes Layanan OJK Sumbar

Sumbar, – Nasabah Bank BRI atas nama Hasan Darwinsyah biasa dipanggil Darwin merasa tidak puas dengan layanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Sumbar terhadap laporan pengaduan yang ia layangkan.

Diketahui sebelumnya, Darwin menduga adanya penggelapan yang dilakukan petugas BRI terhadap angsuran kreditnya. Tak hanya itu, menurutnya banyak kejanggalan lain seperti buku rekening pertama yang dikatakan tidak aktif, ternyata masih ada transaksi.

Kemudian, bukti di print out buku rekening, ketika ia membayar kredit sesuai jumlah yang harus disetorkan perbulan, pada tanggal yang sama ada transaksi pembayaran Bunga dalam bentuk Debit dan itu berulang-ulang dalam jumlah yang berbeda-beda di bulan-bulan berikutnya.

Menjawab komplain Darwin, BRI Unit Tapus memberikan surat No.B 62 KC.III-04/BUN/BUN/5456/04/2010 pada 17 April 2020.

Baca juga: BRI di Sumbar Akui Penggelapan Angsuran Kredit Nasabah?

BRI Lubuk Sikaping Tak Menjawab Banyak Soal Komplain Nasabah

Surat yang ditanda tangani oleh Kepala Unit Indah Maya Sari dan Cs Nurmalia Lubis, dalam lampirannya menjelaskan bahwa terjadi kesalahan dari petugas BRI Unit, kekurangan pembukuan angsuran telah dilakukan penambahan.

BRI unit juga membantah bahwa rekening pertama Darwin sudah tidak aktif. Menurutnya, rekening yang dimaksud nasabah tidak pernah dilakukan penutupan.

Menanggapi jawaban BRI itu, Darwin merasa tidak puas dengan penjelasan tersebut.

“Ini berarti mereka mengakui benar adanya penggelapan terhadap angsuran kredit saya, dan dikatakan telah dilakukan penambahan?. Seenaknya saja, kapan dilakukan penambahan, mana buktinya?. Apa boleh petugas BRI suka-suka saja melakukan tindakan seperti itu, ambil uang nasabah, kemudian kalau ketahuan dikembalikan lagi?,” kata Darwin sambil bertanya dengan nada kecewa.

Darwin mengaku, sebelumnya sudah berulang kali mendatangi pimpinan BRI Unit Tapus sejak tahun 2016 (awal kejadian dugaan penggelapan) hingga awal 2020, namun tidak kunjung ada penjelasan, apalagi penyelesaian. Hingga akhirnya ia memberikan surat kepada BRI Unit Tapus pada bulan Maret 2020 lalu.

Darwin mengaku kekecawaannya bertambah akibat dari jawaban surat dari BRI tersebut. Sebab menurutnya, balasan surat itu tidak punya bukti, dan tak sesuai dengan sebenarnya.

“Saya tidak puas, secara lisan berulangkali tidak ada penjelasan dan disurati menurut saya malah tidak sesuai dengan fakta, saya akan melakukan pengaduan kepada OJK untuk mengembalikan hak saya,” ujarnya, Senin (27/4/20) lalu.

Dikatakan Darwin, akibat dari permasalahan itu, ia mengalami kerugian karena tidak bisa melanjutkan usahanya bertahun-tahun.

Akibat kekecewaannya tersebut, akhirnya ia melakukan pengaduan ke OJK Perwakilan Sumbar.

Baca juga: Diduga Penggelapan, Nasabah BRI di Sumbar Merasa Dirugikan

Tak Puas, Fopbindo Dampingi Nasabah BRI Mengadu ke OJK Sumbar

Menanggapi surat pengaduan itu, OJK Perwakilan Sumbar mengirimkan surat balasan kepada Darwin pada Mei 2020 lalu. Namun Darwin malah tambah kecewa dengan balasan dari OJK tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Darwin kepada Deliknews.com, ia menyesalkan penyelesaian dari OJK Sumbar.

Nasabah Darwin memperlihatkan surat balasan OJK tersebut. Surat OJK menguraikan pokok pengaduan nasabah mengenai ketidakpuasannya terhadap penyelesaian pengaduan oleh Bank BRI, dengan permasalahan adanya selisih pembayaran angsuran kredit sebesar Rp225.000 kepada Bank BRI dari Darwin dibayarkan melalui salah seorang pegawai Bank BRI.

Kemudian adanya transaksi yang memerlukan penjelasan lebih lanjut pada rekening tabungan atas nama Darwin dengan nomor rekening 5456-01-008029539 dan rekening pinjaman atas nama Hasan Darwinsyah dengan normor rekening 5456-01-006384103.2.

Dari hasil klarifikasi OJK kepada Bank BRI dan penelaahan dokumen yang dilakukan, OJK mendapatkan informasi bahwa selisih kekurangan setoran kredit sebesar Rp225.000, sesuai POJK Nomor 1 Tahun 2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan, tidak dapat difasilitasi oleh OJK karena tidak bersifat perdata dan permasalahan tersebut telah diteruskan kepada satuan
kerja terkait di OJK untuk menjadi bahan pengawasan.

Adapun terhadap permasalahan tersebut, Bank BRI telah melakukan penyelesaian dengan melakukan penyetoran kepada rekening kredit nasabah pada tanggal 21 Februari 2020, sesuai bukti terlampir.

Kemudian terkait beberapa transaksi pada rekening tabungan dan kredit nasabah, Bank BRI telah memberikan penjelasan secara tertulis kepada nasabah yang pada intinya adanya perbedaan pemahaman antara pihak Bank BRI dengan nasabah dan tidak ada kerugian materiil yang disebabkan oleh Bank BRI terhadap pencatatan tersebut.

Berkenan dengan hal tersebut di atas, menurut hemat kami (OJK Sumbar) Bank BRI telah melakukan penyelesaian terhadap permasalahan Saudara. Sehubungan dengan hal tersebut kami akan melakukan penutupan pengaduan Saudara pada layanan konsumen OJK. Demikian surat balasan OJK Sumbar kepada Nasabah Hasan Darwinsyah, yang di tandatangani oleh Kepala OJK Sumbar Misran Pasaribu.

Sementara itu, Deliknews.com juga telah menyurati (surat konfirmasi) kepada OJK Sumbar terhadap persoalan nasabah BRI Hasan Darwinsyah. Kemudian pada 5 Mei 2020 OJK Sumbar melayangkan surat balasan.

Menurut OJK Sumbar pengaduan nasabah sudah ditindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku. Namun menurut OJK, pengaduan konsumen bersifat rahasia, sehingga informasi tindaklanjut hanya bisa disampaikan kepada konsumen yang bersangkutan.

Kemudian menanggapi itu, Darwin selaku nasabah yang merasa dirugikan mengaku tidak ada merahasiakan pengaduannya.

“Saya tidak ada merahasiakan pengaduan saya, bahkan saya informasikan kepada media,” ujarnya.

Darwin mengaku sangat kecewa atas layanan OJK Sumbar. Ia menilai OJK Sumbar kurang profesional, sebab OJK hanya mengklarifikasi kepada pihak BRI, tanpa meminta keterangan langsung kepadanya.

“Saya kecewa, tanpa melakukan klarifikasi kepada saya atas pengaduan itu, OJK langsung mengirimkan surat bahwa pengaduan saya akan dilakukan penutupan pada layanan OJK,” ungkapnya dengan kecewa.

Darwin akan melayangkan surat protes ke OJK Pusat atas layanan OJK Sumbar, dan melakukan pengaduan kepada bapak presiden Jokowi, Ibu Ketua DPR RI serta Menteri BUMN.

(Darlin)

Artikel ini telah dibaca 68 kali

loading...
Baca Lainnya

Jumlah Pasien Covid-19 Meningkat, Kapolres Kembali Tinjau Kesiapan RSUDMAK

Gayo Lues-Menindak lanjuti Instruksi Kapolda Aceh untuk melihat kondisi  RS dalam penanganan Pasien Covid-19 dan...

28 September 2020, 23:07 WIB

Kapolresta Tangerang Bagikan 1000 Madu untuk Anggota Polres dan Polsek Jajaran

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi membagikan 1000 botol madu kepada...

28 September 2020, 21:23 WIB

Diduga Manipulasi Anggaran Mamin, Program 1000 hafizd Gayo Lues Terancam Gagal

Jakarta – mencuatnya dugaan manipulasi anggaran untuk makan minum 1000 santri kabupaten Gayo Lues selama...

28 September 2020, 20:54 WIB

Sertifikat Ganda Lahan Diklaim BPD Bali, Ini Penjelasan BPN Denpasar

Denpasar – Sengketa lahan sertifikat ganda yang berbuntut penguasaan lahan seluas 3,85 are dilakukan Bank...

Ruang Penyimpanan Warkah BPN Denpasar.

28 September 2020, 20:24 WIB

Operasi Yustisi, Puluhan Masyarakat Tidak Bermasker Disanksi Polsek Balaraja

TANGERANG – Upaya pendisiplinan masyarakat untuk mematuhi Protokol Kesehatan terkait COVID-19 gencar dilakukan jajaran Polsek...

27 September 2020, 20:33 WIB

Cerita Polsek Balaraja Sanksi 33 Pengendara Tidak Kenakan Masker

TANGERANG – Jajaran Polsek Balaraja Polres Kota Tangerang Polda Banten gencar melaksanakan kegiatan pendisiplinan masyarakat...

27 September 2020, 20:28 WIB

loading...