Direktur PT. BCS Buchari Bachter Ajukan Tambahan Modal Rp 10 M, Tujuannya Kurang Jelas

Direktur PT Balairung Citra Jaya Sumbar Buchari Bachter

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Sumatera Barat PT Balairung Citra Jaya Sumbar (BCS) yang bergerak bidang perhotelan (Hotel Balairung) hampir setiap tahun mengalami kerugian cukup besar dengan akumulasi rugi pada Desember 2019 senilai Rp34 miliar lebih.

Kerugian itu disebabkan banyak hal, diantaranya dugaan gartifikasi memberikan hadiah kepada pejabat daerah, pemberian THR kepada komisaris diduga tanpa dasar hukum, boros terhadap biaya operasional, bahkan menggunakan pungutan pajak hotel untuk operasional.

Baca juga : PT.BCS Rugi Rp34 M, Komisaris Hansastri Digaji Rp461 Juta Diduga Langgar PP

Rugi Rp34 M, Komisaris Hansastri dan Pegawai Hotel Balairung Tetap Terima THR Rp235 Juta

Sumbar Merugi, Terungkap Dugaan Gratifikasi Hotel Balairung

Mulai 2 Maret 2020, PT. BCS dipimpin oleh direktur baru, yaitu Buchari Bachter menggantikan direktur sebelumnya berdasarkan keputusan RUPS dimuat dalam Akta Notaris Nomor 01 tanggal 2 Maret 2020.

Menurut informasi diterima, PT. BCS kembali menyusun proposal untuk meminta tambahan modal sebesar Rp10 miliar kepada Pemprov Sumatera Barat. Namun dalam dokumen proposal Direktur belum memaparkan secara rinci tujuan penggunaan tambahan modal yang diajukan.

Rencana Anggaran Biaya diajukan tanpa dilengkapi dengan gambar atau tampilan hotel setelah direnovasi, detil kamar yang direnovasi, serta proyeksi pendapatan yang disajikan hanya berdasarkan peningkatan harga kamar dan tingkat hunian, namun tidak disajikan data tambahan terkait hal tersebut, seperti adanya tambahan captive market.

Selain itu Direksi juga mencantumkan biaya depresiasi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, sehingga prediksi laba  dalam proposal tersebut tidak akurat.

Direktur menyusun proposal untuk  pembentukan Hotel Balairung Academy yang bekerja sama dengan pihak ketiga serta membentuk manajemen baru, yaitu Balairung Hotel Management untuk mengelola hotel dan resort selain Hotel Balairung dan terfokus pada aset milik Pemprov Sumatera Barat serta Pemerintah Kabupaten/Kota yang lainnya.

Dalam proposal tersebut belum dirinci lebih lanjut terkait hotel dan resort mana yang akan dikelola oleh Balairung Hotel Management, walaupun proposal tersebut menyebutkan akan mendatangkan  keuntungan sebesar Rp17.565.625.000,00.

Sedangkan untuk Hotel Balairung Academy, berdasarkan proses pengajuan izin pendirian usaha, diketahui bahwa salah satu poin penolakan izin, yaitu bidang pendidikan tidak termasuk dalam satu jenis usaha PT BCS pada anggaran dasarnya.

Menurut sumber, perusahaan belum memiliki rencana penguatan modal dari luar pemerintah daerah, sehingga kegiatan penguatan modal untuk PT.BCS diharapkan hanya dari pemerintah daerah.

Sementara Buchari Bachter ketika dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan pengajuan penambahan modal akan digunakan untuk perbaikan dan renovasi hotel.

(Darlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.