Padang, – Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Syamsul Bahri, mengaku sangat berang terhadap kepala daerah Pemprov Sumbar terkait adanya 10 Kampung terdampak gempa bumi di Kabupaten Pasaman belum disentuh bantuan, sehingga terancam kelaparan.

“Kita sangat menyesalkan sikap Pemprov Sumbar, mestinya segera memberikan solusi, jangan hanya dapur umum ditempat. Jika akses terputus, maka antar langsung sembako kelokasi,” kata Politisi PDIP Perjuangan tersebut.

Syamsul Bahri meminta Pemprov Sumbar segera memastikan kebutuhan makanan seluruh yang terdampak, termasuk 10 kampung yang belum disentuh bantuan.

“Apabila ada dampak buruk, sakit atau terancam kelaparan hingga hari ini jelas itu karana kelalaian, sebab gempa bumi sudah 3 hari, tidak wajar bantuan tidak menyentuh seluruh yang terdampak,” tegas Syamsul Bahri.

Disampaikan Syamsul Bahri, setelah gempa bumi terjadi pada (25/2/22) pihaknya dari PDIP Sumbar sudah memberikan bantuan makanan 1.000 masi bungkus untuk wilayah Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat.

“Sebelumnya malam hari usai gempa kita sudah langsung menyerahkan bantuan nasi bungkus, memastikan hari itu tidak ada warga yang kelaparan, dan paginya kita memberikan bantuan beras,” terang Ketua Komisi I DPRD Sumbar ini.

Baca juga: Terancam Kelaparan, 10 Kampung Terdampak Gempa di Pasaman Tak Disentuh Bantuan

Belum Terima Bantuan, Warga Pasaman Terdampak Gempa Serbu Beras Puan Maharani

Diberitakan sebelumnya, warga Nagari Persiapan Malampah Barat, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat, terdampak gempa menyebut sekira 10 kampung lagi di daerah itu belum tersentuh bantuan, sehingga siang ini jam jam 12.45 Wib masih banyak yang belum makan pagi.

“Masih ada 10 kampung sampai hari ini belum ada dapat bantuan sejak gempa terjadi. Bahkan sampai siang ini masih banyak belum makan pagi,” kata tokoh masyarakat Malampah  Yuni Efendi, kepada deliknews.com, Minggu (27/2/22) jam 12.45 Wib.

Yuni Efendi mengaku menangis melihat kondisi masyarakat yang belum disentuh bantuan, sehingga meminta seperti mengemis demi makan. Ada dapur umum namun di Nagari Malampah, bukan di Nagari Persiapan Malampah Barat, terputus akses akibat ambruknya jembatan antar Dua nagari tersebut.

Namun dikatakan Yuni Efendi, bukan tidak ada akses ke Nagari Persiapan Malampah Barat. Akses kesana ada 2 melalui Durian Taleh ke Taruk, dan dari Padang Tinggi Palo Banda ke Durian Parau melalui jalan Nagari Ladang Panjang.

“Mohon disampaikan ke pemerintah, masyarakat di Nagari Persiapan Malampah Barat belum disentuh bantuanya, ada yang beralasan karena akses jalan putus. Memang jembatan di Malampah putus, tapi masih bisa jalur lain, dimasa seperti ini tidak ada alasan tidak memberikan bantuan,” tegas Yuni Efendi.

Adapun Kampung yang belum disentuh bantuan yaitu, Taruko, Ladang Rimbo, Sialang, Durian Sabatang, Durian Parau, Kampuang Kubang, Palak Ubi, Belukar Panjang, Bukit Lintang dan Rawang.

Mendapat informasi itu, Ketua DPC PDIP Perjuangan Kabupaten Pasaman, Maradongan, mengatakan akan segera ke lokasi memberikan bantuan beras dari Ketu DPR RI, Puan Maharani.

“Kita harus bersama, kita mengajak pemerintah mari kita segerakan memberikan bantuan makanan kepada warga kita,” ajak Maradongan.

Sementara, Gubernur Sumbar, Mahyeldi, dikonfirmasi via WhatsApp terkait persoalan 10 kampung yang belum disentuh bantuan sehingga terancam kelaparan, Mahyeldi belum merespon hingga berita ini ditayangkan.

Kemudian Kadis Sosial Pemrpov Sumbar, Arry Yuswandi, menyebut sudah membuat dapur umum di Nagari Malampah.

Hingga berita ini ditayangkan, awak media bersama tim masih diperjalanan menuju 10 kampung yang informasinya belum tersentuh bantuan tersebut.

(Darlin)