Diduga Salah Perencanaan, Pembangunan RSUD Pasbar Potensi Rugikan Negara Rp7 M Lebih

Pembangunan RSUD Pasaman Barat, 11 Agustus 2021.
Pembangunan RSUD Pasaman Barat, 11 Agustus 2021.

Pasaman Barat, – Proses perencanaan, pengadaan, dan pelaksanaan pekerjaaan Belanja Konstruksi Pembangunan Gedung RSUD Pasaman Barat tahap I diduga tidak sesuai ketentuan sebagaimana temuan BPK tahun 2020 lalu.

Realisasi belanja konstruksi pembangunan rumah sakit ini sebesar Rp49,9 miliar. Realisasi tersebut termasuk pembayaran jasa konsultan untuk belanja jasa konsultan manajemen konstruksi RSUD sebesar Rp1,1 miliar.

Pekerjaan belanja konstruksi pembangunan RSUD dan pekerjaan belanja jasa konsultan MK dilaksanakan secara tahun jamak mulai dari tahun 2018 sampai 2020.

Baca juga: Biaya Kunker DPRD Pasbar Rp127 Juta Diduga Tidak Dapat Dipertanggungjawabkan

Klarifikasi Sekcam Talamau Soal Tambang Emas: Bukan Permohonan Tapi Surat Terbuka

Ditemukan kesalahan perhitungan rencana anggaran dan biaya dalam engineering estimate dan harga perkiraan sendiri untuk pekerjaan sebesar Rp6,4 miliar lebih.

Item pekerjaan senilai Rp5,9 miliar lebih diperhitungkan dua kali pada pekerjaan poin III halaman dan Area Parkir terdapat Empat sub item pekerjaan Mekanikal dan Plumbing serta pekerjaan Elektrikal dan Elektronika yang nama dan nilainya sama.

Proses tender paket belanja konstruksi pembangunan RSUD Pasaman Barat ini diuga tidak sesuai ketentuan. Pokja tidak tepat dalam menentukan metode kualifikasi pada proses lelang, susunan item pekerjaan dalam bill of quantity tidak mengacu pada HPS, dan terdapat indikasi Pokja IX tidak berimbang serta tidak cermat mengevaluasi penawaran.

Penghitungan penambahan volume pekerjaan menggunakan harga satuan timpang pada paket Belanja Konstruksi Pembangunan Gedung RSUD Pasaman Barat sebesar Rp15,3 juta lebih. Kemudian terdapat eskalasi harga pada paket Belanja Konstruksi Pembangunan Gedung RSUD Pasaman Barat multiyears sebesar Rp235,5 juta.

Tidak hanya itu, ditemukan juga kelebihan perhitungan atas paket pekerjaan Belanja Konstruksi Pembangunan Gedung RSUD Pasaman Barat multiyears sebesar Rp326,5 juta, dan terdapat mutu beton struktur Blbangunan RSUD tidak memenuhi spesifikasi pada kontrak.

Selanjutnya, masih menurut BPK bahwa penyelesaian pekerjaan tidak sesuai kontrak dan denda atas keterlambatan penyelesaian paket pekerjaan Belanja Konstruksi Pembangunan Gedung RSUD Kabupaten Pasaman Barat tahap I belum ditetapkan sebesar Rp921,8 juta.

Kondisi tersebut mengakibatkan kelebihan pembayaran atas kesalahan perhitungan nilai EE dan HPS sebesar Rp6,4 miliar lebih, kelebihan pembayaran sebesar Rp577,5 juta lebih, dan kekurangan penerimaan atas denda keterlambatan sebesar Rp921,8 juta yang belum dikenakan.

Atas persoalan ini, deliknews.com telah mengirimkan surat konfirmasi kepada Direktur RSUD Pasaman Barat pada 18 Agustus 2021 lalu, namun tidak ada tanggapan.

Kemudian Bupati Pasaman Barat, Hamsuardi, telah dikonfirmasi juga via WhatsApp (17/4/22) terkait pertanggungjawaban uang negara atas temuan tersebut. Bupati Hamsuadi belum menanggapi konfirmasi, hingga berita ini ditayangkan.

(Darlin)

Pos terkait

loading...