Bali  

Cermati Teluk Benoa! Gung De Sindir Pendemo LNG Sidakarya

Ket Photo : Presiden Jokowi Saat Kunjungan Ke Destinasi Wisata Mangrove Pemogan

Denpasar, Deliknews – A.A Aryawan, ST akrab disapa Gung De menilai, rencana pembangunan Terminal Liquefied Natural Gas (LNG) Sidakarya di Kawasan Hutan Mangrove semestinya tidak perlu diributkan.

Pasalnya, kawasan Hutan Mangrove Suwung sebutnya, sudah dicanangkan Presiden Jokowi sebagai Destinasi Wisata Mangrove Internasional Menunjang KTT G-20.

Selain itu, sudah banyak dimanfaatkan sebagai lokasi seperti, Tempat Pembuangan Akhir (TPA-Sampah), Intalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) DSDP dan Waduk Muara Nusa Dua.

“Faktanya kan bermanfaat besar buat masyarakat Bali secara menyeluruh untuk menjaga Kebersihan Daerah Pariwisata Internasional, aturan pun sesuai Perda RTRW Bali saat pembangunan belum terakomodir tegas. Pembangunan terkadang tidak kita pahami ke depannya, makanya ada Revisi Perda RTRW sekarang,” ungkap Gung De kepada wartawan di Denpasar, Selasa (28/06/2022)

Gung De mantan politisi Golkar dan sekarang duduk dalam pengurus Partai Perindo ini justru bertanya dan memberi sindiran kepada pihak-pihak yang telah menolak dibangunnya terminal LNG di pesisir Desa Sidakarya.

“Demo itu mesti cerdas. Cermati Teluk Benoa, kesucian yang mana?
Kalau bicara masalah Pelanggaran Aturan Hukum serta Perda RTRW buktinya Sempadan Pantai dan Sempadan Sungai banyak di langgar. Sanur kan juga sedang membangun Pelabuhan di Matahari Terbit, apakah ada jaminan Terumbu Karang tidak Rusak?,” singgungnya.

Lanjut dikatakan seperti daerah Ubud, sangat banyak sekali ada Pelanggaran Sempadan Sungai apakah hancur ? Malahan masyarakat katanya mendapat lapangan kerja dan menikmati kesejahteraan.

“Sebaiknya Pembangunan Terminal LNG Sidakarya itu dibahas dengan Kepala Dingin dan dengan Kecerdasan Intelektual, jangan dengan emosional dan demo membawa Kawasan Suci serta Ritual Adat Agama menggunakan sarana Sakral,” sindir Gung De.

Ia menegaskan, Teluk Benoa dicatat sebagai Kawasan Suci Sekala dan Niskala nyatanya juga sudah Ada Reklamasi Pelindo 3 dan IPAL DSDP (tempat tai WC), selama ini pembangunan berjalan baik dan memberi banyak manfaat besar kepada masyarakat.

Jika niskala melarang, mestinya bangunan tersebut sudah hancur lebur, karena aksi penolakan dengan banyak Sesajen Ritual Niskala.

“Tapi faktanya kan berbeda, kan banyak tokoh tokoh Demo juga kena karena semua punya Takdir Tuhan. Makanya kalau mau Demo cukup berbicara dengan Argumentasi Data dan Literasi Cerdas berdasarkan kajian Ilmiah serta undang-undang yang berlaku. Janganlah membawa Ida Bhatara Sesuhunan dengan Aci Sesajen Ritual Niskala yang kita yakini. Parahnya kan kepentingan sesaat dan ujungnya negosiasi,” tegas Gung De. [ dn ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.