Pasaman, – Daerah Kabupaten Pasaman disorot karena kelangkaan pupuk subsidi sehingga petani menjerit, terjadi demo hingga pelaporan ke aparat penegak hukum (APH).
Sebagaimana diketahui pada 26 Desember 2022 lalu masyarakat Kecamatan Panti melakukan demo ke gudang penyimpanan pupuk PT Iskandar Muda.
Masyarakat menuntut pihak – pihak terkait terutama kepada pemerintah agar segera memberikan hak mereka mendapatkan pupuk subdisi.
Salah seorang peserta demo, Sabar Dalimunthe, menyampaikan pihaknya mendatangi gudang penyimpanan pupuk PT Iskandar Muda, atas nama masyarakat bukan kelompok tani.
“Kami kesini bukan atas nama kelompok, tapi atas nama masyarakat,” tegasnya.
Menurut Sabar Dalimunthe, umur tanaman padi masyarakat sudah 1 bulan belum dipupuk, sementara seharusnya pada umur 3 minggu sudah dipupuk.
“Kami kesini dengan identitas lengkap, dan membawa uang untuk mendapat hak kami,” tegasnya.
Peserta aksi lainnya menyebut apabila ada penyelewengan diminta kepada APH untuk mengusut, termasuk penjualan tidak sesuai harga eceran tertinggi (het) seperti Urea dari Rp130 ribu sampai Rp150 ribu / karung 50 Kg, padahal seharusnya sesuai het Rp112.500 / karung 50 Kg.
Surat Keputusan Bupati Pasaman Nomor : 188.45/135/BUP-PAS/2022 tentang Penetapan HET dan Alokasi Pupuk Subsidi Sektor Pertanian untuk Kecamatan Tahun 2022, untuk HET perkilo Urea Rp2.250, SP36 Rp2.400, ZA Rp1.700, NPK Rp2.300, NPK untuk Kakao Rp3.300, Organik 800, dan Organik Cair Rp20.000.
Pasca aksi demo ini, tersebar informasi adanya laporan kepada APH terkait pupuk subsidi di Kabupaten Pasaman, namun belum diketahui siapa yang melapor.
Bila benar ditemukan penyelewengan dan penjualan tidak sesuai HET yang ditetapkan pemerintah, tentunya APH harus mengusut dan menindak bila ditemukan ada mafia pupuk subsidi yang merugikan negara dan masyarakat.
Menurut data dan informasi diterima deliknews.com, ditemukan kejanggalan langkanya pupuk subdisi di Kabupaten Pasaman khusus jenis Urea yang distributornya beralamat di Kabupaten Pasaman, kuota tahun 2021 hanya 7.188 ton, sementara tahun 2022 meningkat jadi 8.165 ton.
Deliknews.com masih berupaya mengonfirmasi pihak – pihak terkait untuk diterbitkan pada berita selanjutnya.
