Banyuasin, Sumsel, deliknews.com – Menjelang tahun ajaran berakhir, perpisahan atau pelepasan bagi siswa-siswi tingkat akhir tentu selalu ada setiap tahunnya di setiap sekolah dan biasanya dilakukan sebagai moment terakhir bagi siswa dan guru untuk mengucapkan salam perpisahan.
Akan tetapi, acara perpisahan di sekolah juga terkadang tak lepas dari uang pungutan dengan nominal yang ditetentukan dan ini selalu dikeluhkan para orang tua selaku wali murid.
Seperti yang terjadi di SMP Negeri 6 talang kelapa. sekolah yang berada di Jalan pangkalan benteng KM 15, sukajadi kec, talang kelapa kab, banyuasin diduga meminta sejumlah uang perpisahan dengan nominal yang ditentukan kepada siswa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Orang tua siswa mengatakan bahwa penetapan iuran uang perpisahan tersebut sudah ditentukan nominalnya oleh pihak sekolah melalui rapat dengan mengundang beberapa wali murid.
Hal itu menimbulkan kritikan dan kekecewaan sejumlah orang tua siswa SMP Negeri 6 Talang kelapa yang mengaku tidak pernah diajak musyawarah
“Kami tidak pernah diundang rapat. tahu-tahu sudah ada pemberitahuan melalaui anak anak (siswa). Kami kan bingung, ini rapatnya kapan,” kata orang tua siswa yang minta namanya tidak disebutkan, kamis 30/03/23.
Ia juga mempertanyakan untuk apa saja iuran uang perpisahan tersebut digunakan. Sebab iuran tersebut seluruh siswa mulai dari kelas VII ( Tujuh) sampai Kelas IX (Sembilan) yang diminta sebesar Rp 50ribu per siswa, kalau ditotal jumlahnya bukan lah angka yang kecil. Jika dihitung dengan jumlah siswa yang mencapai 500an lebih siswa, maka jika ditotal dana untuk perpisahan tersebut dinilai cukup fantastis.
Artinya jumlah siswa kelas 7 sampai kelas 9 di sekolah ini berkisar 500 lebih siswa. Jika dikalikan dengan angka iuran tersebut, yakni Rp 50 ribu, uang yang terkumpul untuk acara perpisahan mencapai sekira Rp 25juta lebih.” Ucapnya.
Orang tua siswa ini pun berharap, dinas pendidikan kabupaten banyuasin bisa mengambil kebijakan yang tidak memberatkan orang tua siswa.
“Banyak orang tua siswa yang mengeluh soal uang perpisahan ini, Karena yang mau perpisahan kelas 9 (sembilan) tapi kelas 8 dan 7 juga diminta membayar uang perpisahan,” Harapnya.
Sementara itu, kepala sekolah SMPN 6 Talang Kelapa Dra. Ersusianty saat dikonfirmasi, Jam’at (31/03/2023) membenarkan bahwa pihaknya meminta sumbangan sebesar Rp 50rb per siswa
“Bener kita meminta uang sebesar Rp 50rb per siswa mulai dari kelas 7 sampai kelas 9 ini saya rasa wajar, karna saat perpisahan ini mengupulkan mereka, kalau hanya kelas 9 adik tingkat meraka tidak tau mana kakak dan adik kelas mereka,” Jelasnya.
Dia juga menambahkan terkait wali murid yang tidak diundangan. “itu diundang, tapi tidak semua hanya beberapa perwakilan orang tua murid kelas 7 (tujuh) dan kelas 8 (delapan),” tegasya.
(Adi)
