Sidoarjo — Kesenian tradisional Ludruk kembali mendapat sorotan dan dukungan dari Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono dalam kunjungannya ke Rumah Budaya Anggaswangi, Sidoarjo. Dalam kesempatan tersebut, politisi dari Komisi VII ini menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari strategi memperkuat sektor pariwisata nasional.
“Sebagai anggota Komisi VII, saya punya tanggung jawab moral untuk mendukung kebudayaan. Apalagi, wisata budaya kini justru lebih diminati oleh wisatawan mancanegara dibanding wisata alam. Ini potensi besar yang harus kita kembangkan,” ujar Bambang.
Rumah Budaya Anggaswangi menjadi tempat berkumpulnya para pelaku seni tradisional, termasuk empat kelompok Ludruk yang masih aktif di Sidoarjo. Keberadaan mereka menjadi bukti bahwa budaya warisan leluhur belum benar-benar hilang, meskipun menghadapi tantangan zaman.
Menurut Bambang, posisi Sidoarjo sangat strategis secara historis karena merupakan wilayah penting dari peradaban masa lampau, termasuk Kerajaan Jenggala dan Majapahit. “Kabupaten ini memiliki jejak sejarah luar biasa yang perlu terus diangkat dan dijadikan kekuatan identitas lokal,” tambahnya.
Tak hanya sekadar memberi semangat, Bambang juga menyinggung peluang konkret bagi para pelaku seni melalui program pemerintah. Ia merujuk pada program Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta Ekonomi Kreatif (E-Kraf) yang digagas Presiden terpilih Prabowo Subianto. Salah satu kebijakan inovatifnya adalah pemanfaatan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) sebagai agunan kredit hingga Rp100 juta.
“Seniman dan perajin bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk mengembangkan karya sekaligus menopang kehidupan ekonomi mereka. Jadi tidak hanya bicara pelestarian, tapi juga pemberdayaan,” jelas Bambang.
Salah satu seniman Ludruk, Surono, mengapresiasi langsung kehadiran dan perhatian yang diberikan oleh Bambang. Ia menyebut kehadiran anggota DPR tersebut membawa harapan baru bagi eksistensi Ludruk di tengah arus modernisasi.
“Kami sangat senang karena beliau memberi perhatian, wawasan, bahkan solusi nyata. Ini langkah penting untuk menghidupkan kembali Ludruk dan mengembalikan kejayaan budaya Sidoarjo,” kata Surono.
Kunjungan ini menjadi simbol komitmen legislatif terhadap pelestarian budaya sekaligus pengakuan terhadap peran penting seniman lokal dalam membangun karakter dan daya tarik pariwisata daerah.
