JAKARTA — Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengapresiasi langkah pemerintah yang telah merealisasikan pembangunan 200 sekolah rakyat pada pertengahan 2025. Menurutnya, program ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya golongan miskin ekstrem.

“Saat ini sudah ada masyarakat yang merasakan manfaat sekolah rakyat, seperti Mas Khoerun Nazam. Satu sekolah rakyat mampu menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Seluruh fasilitasnya diberikan secara gratis, mulai dari biaya belajar, penginapan (asrama), makanan bergizi, hingga buku-buku pelajaran yang disediakan pemerintah selama masa belajar,” ujar Bambang Haryo di Jakarta, Senin (11/8).

Politikus yang akrab disapa BHS ini berharap masyarakat dari golongan miskin ekstrem, terutama yang masuk dalam Desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dapat semakin terdorong untuk menyekolahkan anak-anaknya.

“Program ini diharapkan bisa memberikan akses pendidikan berkualitas, dengan fasilitas kelas berstandar tinggi yang dilengkapi smart board (papan digital). Ini adalah bagian penting untuk mempersiapkan generasi emas 2045 menjadi generasi unggul,” tegasnya.

BHS juga menyampaikan apresiasi kepada Kabinet Merah Putih yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam pembangunan sumber daya manusia. “Langkah ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa,” pungkasnya.