Kefamenanu, NTT, deliknews – Lapangan Mutiara Futsal, Kelurahan Kefamenanu Utara, jadi saksi lahirnya cerita gila akhir pekan ini. Turnamen FUN FUTSAL CUP 1 yang digelar 1 – 3 Mei 2026 bukan sekedar ajang adu skill, tapi panggung pembuktian mental. Dan yang mencuri semua sorotan cuma satu nama : Tuanakaf Insana, atau yang lebih akrab disebut TNI.
Dari 11 Tim yang ikut, TNI datang tanpa banyak koar – koar . Tapi begitu peluit pertama dibunyikan, mereka langsung bikin berisik dilapangan.
Laga pembuka langsung jadi pernyataan. Black Eyes FC yang diprediksi bakal merepotkan justru dipaksa menyerah (6:2). Enam gol TNI itu seperti kirim pesan ke 10 tim lain : ” Kami tidak datang buat meramaikan.”
Hari kedua, ujian sesungguhnya datang. Unu Miomaffo FC meladeni TNI dengan jual beli serangan. Skor ketat (5:4) untuk TNI membuktikan satu hal, tim ini bukan cuma jago serang, tetapi tidak ngampang untuk panik.
Tren positif berlanjut saat bertemu Overdosis FC. Pertandingan tetap panas, adu fisik tak terhindarkan, tetapi TNI konsisten. Skor (4:2) mengunci tiga kemenangan beruntun dan satu tiket ke fase krusial.
Semifinal lawan Pantaruta United layak masuk highlight tahun ini. Entah kelelahan atau lengah, TNI tertinggal jauh (2:5) saat waktu tersisa sedikit. Penonton mulai bersorak, sebagian tim Pantaruta sudah selebrasi . Laga dianggap telah berakhir ! Tetapi TNI menolak Naskah itu.
Dalam 1 menit 28 detik , sesuatu yang tidak pernah masuk akal terjadi. Gol pertama (3:5) lapangan mulai riuh. Gol kedua (4:5) teriakan makin kencang. Gol ketiga (5:5) papan skor imbang, bench Pantaruta terdiam, pemain TNI berpelukan seperti baru juara. Adu pinalti jadi penentuan. Dengan kepala dingin TNI menang telak (4:3). Bukan cuman lolos final, tapi mereka baru saja menulis defenisi ” Mental baja” di Kefamenanu.
Partai puncak lawan Kateer FC berjalan berbeda. Tak ada drama 90 detik. TNI main lebih sabar, lebih efektif . Satu gol di babak kedua sudah cukup. Skor (1:0) bertahan sampai peluit panjang. TNI angkat trofi FUN FUTSAL CUP 1 dengan catatan sempurna: tak terkalahkan.
Ghandy KS sebagai motor serangan TNI bernomor punggung 7, tak mau terlena. Ia menegaskan bahwa kemenangan ini bukan akhir melainkan awal.
” Kemenangan ini bukan akhir. Saya mewakili tim berharap kedepan kita tetap solid, kerja keras, dan tetap kuat untuk pertandingan berikutnya, ” ujar Ghandy KS
Hal senada disampaikan oleh Dho Naijes, tembok pertahanan nomor 5 menutup dengan apresiasi. ” Terimakasih kepada panitia yang sudah bekerja keras dan kepada semua tim yang sudah memberikan perlawanan hebat. Kedepan kita tetap siap untuk bertanding lagi. Terimakasih semuanya, ” tutup dho. (Maryo Usboko)
