JAKARTA – Polda Metro Jaya berhasil membongkar sindikat besar penadahan motor ilegal yang beroperasi di wilayah Jakarta Selatan. Sindikat ini diketahui telah menjual sedikitnya 99 ribu unit sepeda motor ke luar negeri, termasuk ke negara Tahiti dan Togo, sejak tahun 2022.
Operasi pengungkapan ini bermula dari penggerebekan sebuah gudang milik PT Indobike Dua Enam di Jalan Kemandoran, Kebayoran Lama. Di lokasi tersebut, polisi mengamankan ribuan kendaraan yang siap dikirim dalam kondisi utuh maupun sudah terurai menjadi onderdil.
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanudin, mengungkapkan bahwa aktivitas ilegal ini berdampak serius pada perekonomian negara. Total kerugian negara akibat hilangnya potensi pajak ditaksir mencapai angka yang sangat fantastis.
“Sejumlah sepeda motor yang berasal dari perbuatan ilegal ini berpotensi merugikan keuangan negara sejumlah Rp177 miliar. Itu adalah pembayaran pajak yang seharusnya diterima negara,” ujar Iman dalam konferensi pers, Senin (11/5/2026).
Selain merugikan negara, praktik ini juga mengancam data pribadi masyarakat. Pelaku menggunakan KTP warga untuk mengaktifkan jaminan fidusia secara sepihak, sehingga banyak warga yang datanya kini bermasalah di sistem perbankan.
Iman menjelaskan bahwa warga yang datanya dicatut berpotensi terkena BI Checking atau skor kredit buruk. Hal ini terjadi karena kendaraan yang diajukan atas nama warga tersebut langsung dibawa kabur atau diekspor tanpa dibayar cicilannya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menambahkan bahwa penyidik menyita total 1.494 unit sepeda motor dari gudang tersebut. Sebanyak 957 unit ditemukan dalam kondisi utuh, sementara 537 lainnya sudah dibongkar menjadi komponen kecil.
“Tersangka tidak dapat menunjukkan bukti kepemilikan yang sah, seperti faktur, sertifikat NIK, atau BPKB,” jelas Budi. Motor-motor tersebut diduga berasal dari aksi kejahatan mulai dari pemalsuan hingga penggelapan.
Polisi telah menetapkan Direktur PT Indobike Dua Enam berinisial WS sebagai tersangka utama. Saat ini, pihak kepolisian terus melakukan pengembangan untuk mengejar pihak-pihak lain yang terlibat dalam rantai penyediaan hingga eksportir.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk lebih waspada dalam menjaga kerahasiaan data pribadi. Kepolisian berkomitmen untuk menindak tegas seluruh jaringan yang merusak ekosistem industri otomotif dan keuangan nasional ini.
