Magetan,deliknews.com  – Momentum Hari Kebangkitan Nasional (HARKITNAS) Tahun 2026 ini menjadi panggung nyata bagi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Kampus 5 Universitas Negeri Surabaya (UNESA) untuk unjuk kepedulian. Bergerak serentak, PBSI UNESA menggelar dua pelatihan besar sekaligus yang menyasar para guru dan siswa SMA/SMK sederajat di wilayah Magetan dan sekitarnya pada Rabu (20/5/2026).

Langkah progresif ini diambil sebagai bentuk kontribusi konkret kampus dalam mendongkrak kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia serta menyalakan api literasi di lingkungan sekolah

Pertajam Kompetensi Guru dalam Menyusun Soal TKA

Menempati ruang di Kampus 5 UNESA pada pukul 08.00–10.00 WIB, rangkaian acara diawali dengan Pelatihan Penyusunan Soal TKA Berkualitas. Pelatihan ini dirancang khusus untuk membantu para guru Bahasa Indonesia agar makin mahir merancang Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang valid, terstandar, dan berbobot tinggi.

Tidak tanggung-tanggung, tiga pakar pendidikan dihadirkan sebagai pemateri, yakni Laila Lupita Ardhiyanti, S.Pd., M.Pd., Dr. Fafi Inayatillah, M.Pd., dan Dr. Abdul Kholiq, S.Pd., M.Pd. Selain membawa pulang ilmu teknis yang aplikatif, para peserta juga mendapatkan e-sertifikat, konsumsi, dan jaringan profesional antarpendidik. “Semoga pelatihan ini menjadi sarana pengembangan kompetensi nyata agar para guru makin profesional dan percaya diri menyusun soal yang tepat guna demi memajukan kualitas pendidikan Bahasa Indonesia,” harap Dr. Riki Nasrullah, M.Hum., Koordinator Prodi PBSI Kampus 5 UNESA.

 

Nyalakan Kreativitas Siswa, Karya Bakal Dibukukan 

Estafet semangat kebangkitan kemudian berlanjut pada pukul 10.00 WIB melalui Pelatihan Penulisan Kreatif Karya Sastra yang dipadati oleh siswa-siswi SMA/SMK sederajat. Ruangan seketika hidup oleh antusiasme generasi muda yang ingin mengasah bakat kepenulisan mereka. Sesi kedua ini menghadirkan jajaran penulis dan akademisi andal, seperti Assoc. Prof. Dr. (C) Andik Yuliyanto, S.S., M.Si. (penulis Trilogi Makna Kehidupan, Merpati Kadang Ingkar Janji, dan Buyung Kinasih), Dr. Ulinnuha Madyananda, S.S., S.Pd., M.Pd. (penulis Menyelami Kehidupan), serta Eni Nurhayati, S.Pd., M.Pd. yang aktif memublikasikan artikel ilmiah.

Di sini, para siswa tidak hanya diajak membedah teknik menulis, tetapi juga dibimbing untuk meramu ide mentah menjadi karya sastra yang bernyawa dan sarat makna. Menariknya, selain fasilitas e-sertifikat dan e-book, seluruh karya terbaik peserta nantinya akan dikurasi dan diterbitkan bersama dalam bentuk e-book antologi.

Septia Rizqi Nur Abni, S.Pd., M.Pd., selaku Pembina Kemahasiswaan PBSI Kampus 5 UNESA, menegaskan bahwa kolaborasi erat antara kampus dan sekolah adalah kunci perubahan.
“Momentum Hari Kebangkitan Nasional adalah pengingat bahwa kemajuan pendidikan harus dimulai bersama-sama; melalui peningkatan kompetensi guru di satu sisi, dan ruang kreativitas tanpa batas bagi literasi siswa di sisi lain,” pungkasnya menutup acara. (Adv/Zhin)