SPBU 54.856.02 Kefamenanu Pastikan Pelayanan Normal Meski Harga BBM Naik

Kefamenanu, NTT, deliknews, Pengawas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) SPBU 54.856.02 Kefamenanu, Yermias Dangga memastikan kuota BBM di SPBU tersebut berjalan normal pasca pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM non subsidi.

Yeremias menyebut kebutuhan harian SPBU 54.856.02 mencapai 16 ton Pertalite dan 8 ton Bio Solar. Semua permintaan diajukan sesuai kebutuhan lewat aplikasi resmi yang terhubung langsung ke Pertamina.

“Sejauh ini, permintaan masih berjalan normal sebagaimana mestinya.Harga BBM non subsidi di SPBU 54.856.02 sudah disesuaikan dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, ” ujar Yeremias, pada Kamis, 11/6/2026.

SPBU telah mengajukan permintaan sebanyak 16 ton BBM jenis Pertalite dan 8 ton Bio Solar pada Hari Selasa, 9/6/2026. Pihak depot Pertamina Atapupu telah mengirim permintaan solar sebanyak ton pada Rabu, 10/6/2026. Namun, pengiriman Pertalite belum terealisasi sampai hari ini.

Permintaan baru untuk 16 ton Pertamax dan 8 ton Bio Solar diajukan lagi pada kamis, 11/6/2026. Sampai saat ini SPBU masih menunggu konfirmasi realisasi dari pertamina.
“Sementara Pertamax masih tertunda,” ujarnya.

Meski ada penyesuaian harga BBM non subsidi, Yermias kembali menegaskan bahwa, tidak ada penyampaian soal pembatasan distribusi BBM. Setiap permintaan diajukan melalui aplikasi yang disiapkan.

Untuk menjaga pelayanan, SPBU mengatur penyaluran stok yang ada sambil menunggu kiriman berikutnya.

“Kami tetap mengatur penyaluran agar stok yang tersisa bisa digunakan sambil menunggu pengiriman berikutnya. Tujuannya supaya pelayanan kepada masyarakat tetap normal,” kata Yermias.

Mengingat lokasi SPBU 54. 856.02 ini cukup strategis, kata Yermias, permintaan BBM cukup tinggi. Oleh karena itu, mereka selalu berupaya menjaga agar kuota BBM selalu tersedia.(Maryo Usboko)