Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Nasional

Prabowo Bertemu Tony Blair di Kertanegara, Bahas Isu Strategis Global hingga Pererat Hubungan

Foto: BPMI Setpres/Rusman

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan dari mantan Perdana Menteri (PM) Inggris, Tony Blair, di kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan. Pertemuan informal yang berlangsung pada Senin (6/7/2026) malam tersebut membahas sejumlah perkembangan strategis global.

Pertemuan ini menutup rangkaian agenda diplomasi maraton Kepala Negara yang sangat padat sepanjang hari. Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menerima kunjungan PM Singapura Lawrence Wong dan menjemput langsung PM India Narendra Modi di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa pertemuan dua tokoh besar tersebut berlangsung dalam suasana yang sangat akrab. Selain menjadi ruang diskusi tingkat tinggi, momen ini juga menjadi ajang reuni bagi kedua tokoh dunia tersebut.

“Pertemuan tersebut berlangsung hangat di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta. Pertemuan antara dua kawan lama ini menjadi momen penting untuk bernostalgia sekaligus bersilaturahmi,” tulis Seskab Teddy Indra Wijaya dalam keterangan resminya.

Teddy menambahkan bahwa Presiden Prabowo dan Tony Blair memanfaatkan kesempatan tersebut untuk saling bertukar gagasan. Keduanya menganalisis berbagai dinamika politik dan ekonomi internasional yang tengah berkembang saat ini.

“Dalam kesempatan tersebut, keduanya juga saling berbagi pandangan mengenai berbagai perkembangan strategis global,” lanjutnya.

Sebagai informasi, Tony Blair merupakan politisi senior yang memiliki rekam jejak panjang di panggung politik internasional. Ia tercatat pernah menakhodai pemerintah Inggris Raya sebagai Perdana Menteri selama tiga periode berturut-turut, sejak tahun 1997 hingga 2007.

Pihak Istana menegaskan bahwa silaturahmi ini menunjukkan komitmen aktif pemerintah Indonesia dalam merajut komunikasi dengan para pemimpin global. Langkah ini dinilai strategis untuk mendongkrak posisi tawar Indonesia di mata internasional.

“Melalui pertemuan strategis seperti ini, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan dengan berbagai pemimpin dan tokoh internasional guna meningkatkan posisi serta daya saing Indonesia di kancah global,” pungkas Teddy.