Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Ekonomi & Bisnis

Prabowo Temui Tiga Mantan PM Thailand, Bahas Investasi hingga Ekonomi

Foto: BPMI Setpres/Unggahan Akun Media Sosial @sekretariat.kabinet

KARAWANG – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan tiga mantan Perdana Menteri Thailand, yakni Thaksin Shinawatra, Yingluck Shinawatra, dan Paetongtarn Shinawatra, di Gedung Danantara, Jakarta, Kamis (9/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah memperkuat jejaring persahabatan internasional sekaligus membuka peluang kerja sama di bidang investasi dan pengembangan ekonomi.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Menurutnya, hubungan baik yang telah terjalin sejak lama menjadi fondasi penting dalam membangun komunikasi yang lebih luas dengan para pemimpin dan tokoh dunia.

“Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan tiga mantan Perdana Menteri Thailand, yakni Thaksin Shinawatra (2001-2006), Yingluck Shinawatra (2011-2014), dan Paetongtarn Shinawatra (2024-2025), di Gedung Danantara, Jakarta. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban sebagai wujud eratnya persahabatan yang telah terjalin sejak lama,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis.

Menurut Teddy, salah satu agenda penting dalam pertemuan itu adalah pembahasan mengenai peluang investasi dan strategi penguatan ekonomi nasional. Diskusi tersebut turut melibatkan jajaran pimpinan Danantara sebagai pengelola investasi strategis Indonesia.

Seskab Teddy mengungkapkan, Thaksin Shinawatra yang kini menjabat sebagai anggota Dewan Penasihat Danantara memberikan berbagai masukan kepada Presiden Prabowo dan jajaran Danantara. Pembahasan mencakup strategi pengelolaan aset hingga pengembangan ekonomi nasional yang berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.

“Thaksin Shinawatra yang saat ini menjabat sebagai anggota Dewan Penasihat Danantara memberikan sejumlah masukan serta bertukar pikiran dengan Presiden Prabowo dan jajaran pimpinan Danantara mengenai berbagai peluang penguatan investasi, strategi pengelolaan aset, serta pengembangan ekonomi nasional yang berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang,” kata Teddy.

Ia menegaskan, pemerintah terus memperluas jejaring komunikasi dengan para pemimpin dan tokoh dunia sebagai bagian dari strategi diplomasi Indonesia. Melalui hubungan tersebut, pemerintah berharap tercipta pertukaran pengalaman, gagasan, dan peluang kerja sama yang saling menguntungkan di tengah dinamika global.

“Melalui komunikasi yang erat dengan para pemimpin dan tokoh dunia, Pemerintah Indonesia terus memperkuat jejaring persahabatan sekaligus membuka ruang bagi pertukaran gagasan dan pengalaman sebagai bagian dari upaya memperluas kerja sama internasional serta memperkokoh posisi Indonesia di tengah dinamika global yang terus berkembang,” tutur Teddy.

Pertemuan tersebut juga dihadiri jajaran pimpinan Danantara, yakni Group CEO Rosan Roeslani, Chief Operating Officer (COO) Dony Oskaria, dan Chief Investment Officer (CIO) Pandu Sjahrir. Kehadiran mereka menegaskan fokus pembahasan pada penguatan investasi, pengelolaan aset negara, serta pengembangan ekonomi nasional yang berkelanjutan.