Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Nasional

Target 4 Tahun Tuntas dalam 1 Tahun, Prabowo Kini Bidik Swasembada Total Lewat Biodiesel B50!

Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Biodiesel B50 bertajuk "Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional" di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis, 9 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Cahyo

KARAWANG – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program mandatori Biodiesel B50 bertajuk Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Peluncuran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.

Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa kemampuan suatu negara memenuhi kebutuhan strategis secara mandiri merupakan fondasi utama kedaulatan bangsa. Menurutnya, terdapat tiga aspek penting yang menentukan kelangsungan hidup sebuah negara, yakni pangan, energi, dan air.

“Kelangsungan hidup suatu bangsa antara lain ditentukan oleh tiga hal. Pertama, mampukah bangsa itu menghasilkan pangannya sendiri. Kedua, mampukah bangsa itu memiliki energi sendiri, tidak tergantung bangsa lain. Ketiga, mampukah negara itu memiliki sumber air,” ujar Prabowo.

Presiden juga menyampaikan bahwa pemerintah telah berhasil mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target yang ditetapkan. Ia menyebut pencapaian tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional.

“Kita sudah swasembada pangan. Dari target empat tahun, kita telah berhasil dalam satu tahun,” kata Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan dan energi telah menjadi prioritas sejak sebelum dirinya dilantik sebagai presiden. Karena itu, pemerintah terus mempercepat pengembangan energi berbasis sumber daya dalam negeri, termasuk melalui implementasi Biodiesel B50.

Menurut Prabowo, Indonesia memiliki potensi energi yang sangat besar, mulai dari panas bumi, batu bara, gas alam, hingga compressed natural gas (CNG). Pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan teknologi baru untuk mengoptimalkan cadangan energi nasional.

“CNG kita sangat banyak. Di Jawa Tengah penggunaannya sudah sangat banyak dan akan kita teruskan. CNG ada di seluruh Indonesia,” ujar Prabowo.

Ia menambahkan, semula pemerintah menargetkan penggunaan biodiesel hingga B100. Namun, berdasarkan kajian kementerian terkait, implementasi B50 dinilai sudah mampu menghentikan impor solar sehingga menjadi pencapaian strategis bagi Indonesia.

“Dengan B50 saja kita sudah tidak impor solar lagi dari luar negeri. Jadi ini adalah suatu prestasi bangsa yang luar biasa,” tegas Prabowo.

Peluncuran Biodiesel B50 menjadi tonggak baru dalam transformasi sektor energi nasional. Pemerintah berharap kebijakan ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, mengurangi ketergantungan pada energi fosil impor, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang semakin mandiri dan berdaulat di tengah dinamika global.