Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Nasional

Prabowo Sebut B50 dan 5 Bendungan Bukti Indonesia Menuju Negara Makmur

Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

LOMBOK BARAT — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mengelola kekayaan negara secara maksimal demi mewujudkan kemakmuran rakyat. Komitmen tersebut dibuktikan melalui peresmian lima bendungan baru serta keberhasilan Indonesia dalam mengimplementasikan bahan bakar B50.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Negara saat meresmikan lima bendungan strategis secara simbolis di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat (10/7/2026). Proyek infrastruktur pengairan nasional ini menelan anggaran yang cukup fantastis.

“Lima bendungan yang kita resmikan hari ini adalah investasi negara sekitar Rp9,79 triliun. Kemarin adalah hari yang sangat bersejarah,” ujar Presiden Prabowo di hadapan para undangan yang hadir.

Presiden Prabowo kemudian mengaitkan pembangunan infrastruktur ini dengan lompatan besar Indonesia di sektor kemandirian energi nasional. Sehari sebelum agenda di NTB, ia meresmikan peluncuran B50, yaitu bahan bakar diesel dengan campuran 50 persen minyak sawit.

Capaian ini mencatatkan sejarah baru bagi Indonesia di panggung global. Kepala Negara mengungkapkan bahwa Indonesia kini menjadi negara pertama di dunia yang sukses memproduksi solar dari tanaman nabati dengan kadar setinggi itu.

Langkah berani ini diprediksi akan mengubah peta ekonomi nasional secara signifikan. Kebijakan B50 diklaim mampu menghentikan ketergantungan impor solar dari luar negeri dan menghemat anggaran negara hingga Rp170 triliun per tahun.

Namun, Presiden Prabowo mengakui bahwa perjalanan menuju inovasi energi ini tidaklah mudah. Pemerintah sempat menghadapi berbagai keraguan dan penolakan dari banyak pihak saat pertama kali merintis program tersebut.

“Dulu waktu kita mulai, waduh banyak yang menentang. Tidak bisa, nanti mesin rusak. Nanti pabrik tidak mau kasih kita mesin. Nanti ini, nanti itu,” imbuh Kepala Negara mengenang masa-masa awal penolakan proyek B50.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo memastikan seluruh kebijakan yang ia ambil bersama kabinet dan koalisinya akan selalu berorientasi pada kesejahteraan masyarakat luas. Ia juga bertekad untuk memperketat efisiensi anggaran dan memberantas praktik korupsi di pemerintahan.

“Yang kita perjuangkan adalah meraih kemakmuran untuk rakyat Indonesia dengan mengurangi, kalau bisa menghabisi korupsi, melakukan penghematan, melakukan efisiensi,” tegas Presiden Prabowo menutup sambutannya.