Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Nasional

Usai Menunggu Hampir Tiga Dekade, Prabowo Resmikan Groundbreaking LNG Abadi Masela

Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela pada Kamis (16/7/2026). Peresmian proyek bernilai investasi jumbo sekitar USD 20,9 miliar ini dilakukan secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, dan lokasi proyek di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

​Langkah ini mengakhiri penantian panjang masyarakat Indonesia selama hampir tiga dekade sejak proyek tersebut pertama kali dirancang pada tahun 1998.

​Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa groundbreaking ini merupakan tonggak sejarah penting bagi kemandirian energi nasional. Proyek berskala masif ini dirancang terintegrasi dari fasilitas hulu hingga hilir guna mendongkrak perekonomian Indonesia secara signifikan.

​”Proyek ini sejak tahun 1998, dan ini sangat berdampak besar terhadap perekonomian kita. Atas arahan dan dukungan Presiden, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan proyek Abadi Masela, berhasil mencapai tonggak penting pada hari ini,” ujar Bahlil dalam laporannya.

​Bahlil memaparkan, proyek ini ditargetkan mampu menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun, atau setara dengan 120 MM dan 35 ribu barel kondensat per hari. Produksi ini diproyeksikan akan meningkatkan angka lifting migas nasional secara drastis dalam beberapa tahun ke depan.

​Pemerintah juga memastikan bahwa pemanfaatan hasil gas ini akan diprioritaskan untuk mengamankan pasokan energi di dalam negeri terlebih dahulu sebelum diekspor ke mancanegara.

​”Saya pikir ini nanti gasnya yang sudah kita lakukan, Bapak Presiden, 60 persen minimal untuk memenuhi kebutuhan domestik dan 40 persen maksimal untuk kita melakukan ekspor,” tambah Bahlil.

​Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa pembangunan megaproyek ini tidak boleh lagi tertunda demi kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Kepala Negara meminta seluruh pihak bersinergi agar proses konstruksi berjalan cepat tanpa hambatan birokrasi.

​”Proyek ini hampir 3 dekade 3 dasawarsa kita tunggu, 3 dekade 3 dasawarsa rakyat menunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan dan pembangunan tidak boleh terhambat, harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya,” tegas Presiden Prabowo dalam sambutannya.

​Bagi pemerintah, LNG Abadi Masela bukan sekadar proyek industri biasa, melainkan simbol akselerasi hilirisasi nasional. Kehadiran proyek ini diharapkan mampu memberikan dampak multiplier ekonomi yang nyata bagi masyarakat Maluku dan sekitarnya.