TANGERANG – PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) terus mematangkan proyek mobil listrik nasional bernama Indigenous Indonesian Car (i2C). Setelah memamerkan clay model pada ajang GIIAS 2025, perusahaan kini merambah tahap rekayasa kendaraan serta penyiapan prototipe awal menuju target produksi massal pada 2027–2028.
Presiden Direktur PT TMI, Harsusanto, menjelaskan bahwa proses pengembangan i2C saat ini berfokus pada penyempurnaan desain dan pengembangan sasis. Pihaknya tengah menyiapkan showcar serta prototipe yang menjadi cikal bakal mobil nasional berbasis daya listrik tersebut.
“Sejak TMI menampilkan clay model EV i2C di GIIAS 2025, TMI melanjutkan tahap penyempurnaan modelling dan pengembangan skateboard atau sasis dengan target peluncuran showcar dan prototype awal,” kata Harsusanto, Jumat (7/8/2026).
Guna menghemat investasi awal, PT TMI tidak merencanakan pembangunan pabrik baru. Perusahaan bakal memanfaatkan fasilitas manufaktur lokal yang kapasitas produksinya belum terpakai secara optimal demi mengejar target 50.000 unit pada tiga tahun pertama.
Harsusanto memaparkan, skema produksi bertahap mencakup 10.000 unit di tahun pertama, 15.000 unit di tahun kedua, hingga 25.000 unit di tahun ketiga. Pendekatan ini dinilai efektif untuk menyesuaikan daya serap pasar nasional.
“TMI sudah berdiskusi dengan pabrikan lokal yang masih idle capacity, dan akan bekerja sama untuk memanfaatkan fasilitas yang sudah ada,” ujar Harsusanto merincikan strategi manufakturnya.
Di sektor teknologi, PT TMI menjajaki kolaborasi strategis bersama raksasa otomotif dan perusahaan desain asal China. Langkah ini melibatkan OEM ternama seperti SAIC dan SGMW, serta perusahaan desain Launch dan Dowway untuk menggarap platform kendaraan generasi baru.
Harsusanto menggarisbawahi bahwa kapabilitas industri kendaraan listrik (EV) China sangat kompetitif dan sanggup bersaing dengan produsen asal Eropa maupun Amerika Serikat. Kemitraan ini bertujuan mentransfer teknologi sekaligus memperkuat kepemilikan kekayaan intelektual lokal.
“TMI juga sudah diskusi dengan OEM China misalnya SAIC, SGMW juga design company seperti Launch dan Dowway untuk pengembangan platform generasi baru,” tutur Harsusanto.
Pengembangan bertahap ini menjadi pilar utama PT TMI sebelum secara resmi memproduksi massal i2C. Melalui optimalisasi fasilitas lokal serta dukungan teknologi global, i2C diharapkan mampu menjadi momentum kebangkitan industri otomotif nasional.
