Langsung ke konten
Senin, 26 Oktober 2026
Peristiwa

Diduga Mengantuk Dini Hari, Mobil Brio Tertembus Guardrail di Jalan Jogja-Solo hingga Memakan Korban

Foto ilustrasi (Pexels/Nothing Ahead)

KLATEN — Kecelakaan maut yang mengerikan terjadi di Jalan Jogja-Solo, tepatnya di ruas Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten. Sebuah mobil Honda Brio warna kuning menabrak besi pembatas jalan (guardrail) hingga besi tersebut menembus bodi kendaraan pada Minggu (18/10/2026) dini hari.

Akibat insiden tragis kecelakaan tunggal tersebut, pengemudi mobil sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Namun, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia usai menjalani perawatan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Kanit Gakkum Sat Lantas Polresta Klaten, Iptu Ryan Dwi Prabowo, mengonfirmasi kabar duka mengenai korban meninggal dunia tersebut. Pihaknya menduga kuat insiden ini terjadi akibat pengemudi yang hilang kendali karena mengantuk saat melintas di lokasi.

“Betul, korban kecelakaan Brio menabrak pembatas jalan dan mobil tertancap besi akhirnya meninggal. Meninggal di RS selang satu hari setelah kejadian,” jelas Iptu Ryan Dwi Prabowo saat memberikan keterangan, Senin (19/10/2026).

Ryan menambahkan, petugas kepolisian langsung bergerak cepat mengevakuasi korban dan bangkai kendaraan bersama tim Pemadam Kebakaran (Damkar) serta dibantu warga sekitar. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), peristiwa ini murni merupakan kecelakaan tunggal.

“Besi tertancap, dugaannya pengemudi karena mengantuk. Kita imbau masyarakat yang berkendara untuk istirahat jika lelah dan mengantuk, utamakan keselamatan,” tegas Ryan mengingatkan para pengguna jalan.

Menanggapi tragedi ini, Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra saat berkendara di malam hingga dini hari. Menurutnya, jam biologis tubuh manusia pada waktu tersebut dialokasikan secara alami untuk beristirahat.

Jusri menegaskan bahwa tidak ada zat atau minuman apa pun yang dapat menggantikan efek penyegaran alami dari tidur. Pengemudi yang nekat mengemudi dalam kondisi mengantuk akan mengalami penurunan kecepatan motorik serta respons yang lambat terhadap situasi darurat di jalan.

“Sangat klasik sekali, kalau ada tanda-tanda fatigue atau letih atau ngantuk, itu segera cari tempat istirahat. Atau, menunda perjalanan kalau belum memulai perjalanan,” ujar Jusri mengingatkan.

Ia mengimbau masyarakat untuk menjadikan insiden ini sebagai pelajaran berharga dengan tidak memaksakan diri mengemudikan kendaraan saat tubuh sudah menunjukkan rasa lelah.