Sumbar, – Istri Bupati Pasaman Barat Sifrowati Yulianto sedih dan prihatin mendengar kabar Bunga (nama samaran) seorang pelajar di salah satu sekolah tingkat SLTA di Kabupaten Pasaman Barat yang sempat merasa terancam putus sekolah karena di denda 30 Zak Semen, setelah ia diduga dituduh berbuat kesalahan mengarah kepada perbuatan asusila dengan seorang pria (S) yang termasuk teman sekolahnya pada Februari 2020 lalu.
Mendengar kabar terancam putus sekolah tersebut, Sifrowati Yulianto selaku istri Bupati Pasaman Barat juga Ketua TP-PKK diwilayah itu sangat prihatin sehingga ia langsung menemui Bunga, Rabu (8/4/20).
Baca berita terkait: Di Sumbar, Anak Ini Banyak Terima Ancaman Hingga Putus Sekolah?
Ibu Kos Tegaskan Bunga Tidak Berbuat Asusila
Sejumlah pejabat Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Pemkab Pasbar menjemput Bunga bersama ibunya di Polres Pasbar usai memberikan keterangan lebih lanjut terkait kasus itu. Kemudian sejumlah pejabat PPKBP3A tersebut membawa Bunga serta ibunya ke kantor untuk memberikan motivasi dan nasehat.
Setelah sampai di kantor PPKBP3A, Istri Bupati Sifrowati Yulianto langsung tiba dan menghampiri Bunga bersama ibunya.
Sifrowati menyampaikan bahwa pihaknya telah berencana akan mengunjungi Bunga dikampung halaman di Kabupaten Pasaman, namun akhirnya dengan segera bisa bertemu langsung di Pasbar. Istri Bupati yang dikenal rendah hati ini mengatakan kepada Bunga dan ibunya agar jangan memikirkan pembayaran denda.
“Sekarang ibu tidak perlu memikirkan soal denda terhadap Bunga, anak ibu kita pastikan tidak akan diberhentikan dari sekolah,” kata Sifrowati didampingi Kadis DPPKBP3A Pemkab Pasbar Anna Rahmadia.
“Nak, kamu tetap tegar, kalau memang tidak berbuat kesalahan jangan takut ya, kamu harus tetap semangat dalam belajar, agar nanti bisa melanjutkan pendidikan, menggapai cita-cita dan membahagiakan orang tua,” pesan Sifrowati kepada Bunga dengan nada ke ibuannya. “Iya ibu, terimakasih,” jawab Bunga sambil menganggukkan kepala.
Kemudian Sifrowati Yulianto ditanya media, menurutnya generasi muda remaja tidak mungkin tidak berteman, namun harus dijaga dan dibatasi.
Ia juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat Pasbar agar jangan terlalu cepat mengambil tindakan dalam suatu permasalahan.
“Dan masyarakat jangan terlalu cepat mengambil tindakan, jangan membuat denda – denda apalagi soal pendidikan anak, coba telusuri dulu kejadian dan prosedurnya,” himbau Sifrowati menjawab pertanyaan wartawan Deliknews.com.
Baca juga: Pandemi Covid-19, Lion Air Tegaskan Harga Tiket Sesuai Aturan
Wako Padang Sebut Lion Air Ambil Keuntungan dalam Kesempitan
Sifrowati juga menyampaikan, bahwa dari Pemkab Pasbar kedepannya akan terus melakukan pembinaan terhadap Bunga.
“Insyallah akan ada pembinaan kedepannya. Kita juga melakukan himbauan dan sosialisasi ke sekolah,” ungkap Sifrowati Yulianto.

Usai memberikan motivasi dan nasehat, Sifrowati Yulianto juga memberikan bantuan kepada Bunga.
(Darlin)
