Sidoarjo – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) menekan gas percepatan perbaikan irigasi di Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, untuk mengatasi kekeringan yang melanda sejumlah desa dan mengamankan pasokan air bagi lahan pertanian seluas 500 hektare. Ia menargetkan pekerjaan rampung dalam tiga bulan bila dimulai bulan ini.

Saat meninjau pintu air di Balongbendo, Selasa, BHS meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementerian PUPR memperbaiki sistem irigasi—termasuk mekanisme buka-tutup pintu air—agar kebutuhan warga, petani, dan industri berjalan seimbang.

BHS menyebut laporan camat menunjukkan empat desa mengalami kekeringan. Selama ini petugas mengandalkan pompa, namun distribusi kerap tersendat. Ia menilai pembenahan jaringan irigasi akan memulihkan aliran air lebih stabil dibanding solusi darurat.

Ia memaparkan rencana kerja: jika kontraktor mulai dalam satu bulan, saluran bisa berfungsi penuh tiga bulan kemudian sehingga lima desa menerima aliran irigasi untuk total 500 hektare lahan. Dengan suplai air cukup, petani berpeluang panen tiga hingga empat kali setahun.

BHS menautkan inisiatif ini dengan agenda swasembada pangan nasional. Ia mendorong Sidoarjo tampil sebagai lumbung penyangga, sejalan dengan target pemerintah pusat. Menurutnya, stok beras nasional saat ini sudah melampaui 5 juta ton dari sasaran 18 juta ton sehingga perbaikan irigasi di daerah ikut menentukan capaian berikutnya.

Ia menandai dua kendala utama: pembagian air yang belum merata dan kerusakan infrastruktur di beberapa titik. BHS meminta BBWS, pemkab, dan pengelola irigasi menutup celah tersebut melalui normalisasi saluran, penataan jadwal distribusi, dan perbaikan pintu air.

BHS menargetkan progres signifikan terlihat sebelum akhir tahun sehingga petani segera merasakan manfaat di musim tanam berikutnya. Ia mengajak pemerintah daerah, pelaku industri, dan kelompok tani bergerak bersama untuk memastikan air sampai ke sawah dan produktivitas meningkat.