Palembang – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendesak pemerintah segera merealisasikan pembangunan jalur Kereta Api (KA) Trans Sumatera. Ia menilai proyek ini krusial untuk meningkatkan efisiensi logistik dan mobilitas penumpang sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

“Kereta Trans Sumatera harus segera terealisasi. Jika jalur Lampung hingga Aceh terhubung, logistik dan angkutan penumpang akan jauh lebih efisien sehingga perekonomian di Sumatera dapat berkembang pesat,” ujar Bambang saat berkunjung ke PT KAI Divre III Palembang, Jumat (12/9).

Menurut Bambang, rencana jalur sepanjang kurang lebih 1.000 kilometer tersebut membutuhkan investasi sekitar Rp32 triliun untuk infrastruktur rel. Adapun kebutuhan sarana, kata dia, dapat dipenuhi bertahap oleh PT KAI: “Satu trainset lokomotif nilainya sekitar Rp70 miliar. Jika disiapkan 100 trainset, dananya sekitar Rp7 triliun.”

Bambang menekankan pentingnya memperkuat layanan kereta barang. Ia mencontohkan kondisi di Palembang: dari 45 trainset yang ada, baru 26 beroperasi harian. “Kontribusi terbesar KAI justru dari angkutan barang. Pemerintah perlu memberi perhatian serius agar layanan logistik berbasis rel benar-benar optimal,” katanya.

Ia juga mendorong integrasi jaringan rel dengan pelabuhan-pelabuhan besar di Sumatra hingga Aceh. Menurutnya, konektivitas darat-laut akan memperkuat posisi Indonesia pada rute perdagangan internasional di Selat Malaka, yang ia sebut dilintasi porsi signifikan arus kapal logistik global.

Antusiasme masyarakat terhadap KA penumpang di Sumatera Selatan juga disorot. Layanan bersubsidi Rp30.000 untuk rute Palembang–Lampung dan Palembang–Lubuklinggau disebut sangat diminati. “Transportasi bukan sekadar tersedia; kapasitasnya harus mampu mengakomodasi kebutuhan. Jika kursi kurang dan jadwal terbatas, layanannya belum tuntas. KAI perlu menambah trainset dan frekuensi perjalanan,” ucapnya.

Bambang berharap percepatan pembangunan rel, optimalisasi kereta logistik, serta integrasi dengan jalur laut dapat menjadikan Sumatra sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. “Insyaallah, ekonomi di Sumatra akan makin tumbuh,” tutupnya.