Surabaya – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendorong penguatan pengelolaan Museum Pendidikan Surabaya agar berstandar internasional dan menjadi magnet wisata budaya sekaligus ruang edukasi bagi generasi muda.

Menurut Bambang Haryo, museum ini memegang peran strategis dalam membentuk kesadaran sejarah pendidikan Indonesia dari masa kerajaan hingga era modern.

“Ini sangat penting, terutama untuk generasi muda agar tahu bagaimana pendidikan berkembang dari zaman kerajaan sampai sekarang,” ujarnya saat meninjau museum, Kamis (9/10).

Ia menegaskan, penguatan fungsi edukasi harus berjalan beriringan dengan daya tarik pariwisata budaya. “Museum seperti ini menjadi konsumsi masyarakat pariwisata yang ingin mengetahui kebudayaan Indonesia,” jelasnya.

Bambang juga menyoroti kekhasan kuratorial Museum Pendidikan Surabaya yang menampilkan unsur budaya lokal, termasuk aksara Jawa Hanacaraka. Menurutnya, kekayaan konten semacam ini bernilai jual kuat bila dikemas dengan standar pelayanan, pemanduan, dan interpretasi pameran yang modern.

Lebih lanjut, ia merekomendasikan peningkatan kualitas tata pamer, program literasi sejarah untuk pelajar, serta pengembangan layanan informasi multibahasa guna memperluas jangkauan wisatawan. Integrasi agenda edukasi berkala—seperti tur tematik, lokakarya, dan kolaborasi sekolah—dinilai dapat mempertegas posisi museum sebagai pusat pengetahuan publik.

Dengan pengelolaan profesional, promosi terarah, dan penambahan fasilitas ramah pengunjung, Bambang Haryo menilai Museum Pendidikan Surabaya berpotensi menjadi destinasi unggulan yang memadukan pendidikan dan pelestarian budaya sekaligus menggerakkan ekonomi pariwisata daerah.