Malaka, NTT, deliknews – Kesulitan pengaliran air Irigasi di pintu 6 (BBKA 6) ke lahan persawahan yang dikeluhkan para petani beberapa Bulan lalu, lantaran tidak direspon Pemerintah Kabupaten Malaka, maupun pemerintah Propinsi Nusa Tenggar Timur.
Keluhan warga penguna pintu 6 (BBKA 6) belum di respon pihak pemerintah, maka para petani melakukan kegiatan kerja gotong royong untuk menggali saluran teresier yang menuju ke lahan petani.
Upaya Warga menggali saluran teresier di pintu 6 (BBKA 6) itu karena debet air -Nya sangat kecil, sehingga akses air yang mengalir ke lahan para petani kurang lancar.
Warga petani penguna pintu 6 (BBKA.6) Silvester Nahak, mengatakan saluran teresier irigasi yang mengalir ke lahan petani selama ini tidak begitu lancar, karena debet airnya sangat kurang.
” Debet air sangat kecil dan kurang lancarnya aliran air ke lahan para petani, karena dampak dari pintu teresier yang letak pintu 6 (BBKA 6) lebih tinggi dari permukaan saluran perimer.
Selain itu, selogan pintu saluran teresier di pintu 6 (BBKA 6) sangat kecil atau sangat sempit. Kemudian, ada terputusnya pekerjaan saluran teresiernya sekitar 70- an meter,” ungkap salah Satu Warga petani, Silvester Nahak, Sabtu (17/1/2026) diselah -selah kegiatan gotong royong.
Pada tempat yang sama, Ulu Foun Menyatakan bahwa, saluran teresier pada pintu 6 (BBKA 6) mengairi puluhan Hektar Are (HA) lahan petani. Namun, akses air selama ini pengairan kurang begitu lancar karena debet air sangat kecil.
“Kekecilan debet air Irigasi saluran pintu 6 (BBKA 6) ke lahan petani itu karena pintu saluran teresier yang menuju ke lahan petani sangat kecil. Juga, permukaan pintu saluran teresier lebih tinggi dari saluran perimer/sekunder.
Dan keluhan kami atas kurang lancarnya air dari pintu BBKA 6 yang mengalir ke lahan para petani telah kami sampaikan ke pihak pemerintah beberapa Bulan lalu, tetapi belum ada jawabannya.
Oleh kerena itu, kami harapkan ke pihak pemerintah Kabupaten Malaka dan pihak pemerintah Provinsi, agar dapat memperhatikan pengaliran air Irigasi di pintu 6 (BBKA 6) tersebut,” terangnya. (Dami Atok)
