Sidoarjo – Anggota DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, turun langsung ke Pasar Krian, Sidoarjo, guna memastikan kondisi harga dan ketersediaan minyak goreng di tengah keluhan masyarakat. Hasil peninjauan menunjukkan harga Minyakita telah melampaui HET yang ditetapkan pemerintah.
Di lapangan, harga minyak goreng subsidi tersebut dijual mencapai Rp21.000 hingga Rp22.000 per liter. Kenaikan ini menimbulkan keresahan, terutama bagi masyarakat kelas menengah ke bawah yang sangat bergantung pada minyak goreng bersubsidi.
Sebagai Kapoksi Komisi VII DPR-RI, BHS menegaskan bahwa fenomena ini mencerminkan adanya persoalan serius dalam sistem distribusi. Ia menyebutkan bahwa Indonesia sebagai negara penghasil sawit seharusnya mampu menjaga stabilitas harga minyak goreng di dalam negeri.
“Situasi ini tidak sejalan dengan posisi Indonesia sebagai produsen sawit terbesar. Seharusnya harga bisa dikendalikan,” ujarnya, Senin (21/04).
Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat pengawasan terhadap jalur distribusi agar tidak terjadi penimbunan maupun manipulasi harga oleh pihak tertentu. Ia juga mengingatkan pentingnya peran Satgas Pangan dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
BHS menilai bahwa alasan kenaikan harga akibat biaya kemasan plastik tidak dapat diterima secara logika ekonomi. Ia menegaskan bahwa kontribusi biaya tersebut sangat kecil dibandingkan lonjakan harga yang terjadi.
“Komponen plastik itu paling hanya sekitar 2 sampai 5 persen dari harga. Jadi tidak rasional kalau dijadikan alasan kenaikan hingga ribuan rupiah,” jelasnya.
Ia juga meminta pemerintah melakukan audit menyeluruh terhadap rantai produksi dan distribusi minyak goreng. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan tidak ada praktik curang yang merugikan masyarakat.
Selain minyak goreng, BHS mencatat bahwa beberapa komoditas lain justru mengalami penurunan harga, seperti gula, bawang merah, dan beras yang relatif stabil. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan harga Minyakita merupakan anomali yang perlu segera diatasi.
Pedagang Pasar Krian, H. Sholeh, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyampaikan aspirasi kepada Bambang Haryo terkait kondisi ini. Ia berharap adanya intervensi pemerintah agar harga kembali sesuai HET.
