SLEMAN – Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan segera memiliki wajah baru yang lebih modern. Pembangunan gedung baru di Godean, Sleman, ini diproyeksikan menjadi pusat sistem keamanan canggih yang mengandalkan data dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Proyek ambisius ini resmi dimulai ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Minggu (3/5/2026). Lokasi pembangunan berada di atas lahan kasultanan seluas 7,5 hektare di Kalurahan Sidomulyo, Godean.

Sri Sultan HB X menegaskan bahwa pembangunan ini adalah langkah strategis dalam merespons lanskap keamanan yang kian kompleks. Menurutnya, kepolisian harus siap menghadapi ancaman kejahatan siber hingga disinformasi yang meresahkan masyarakat.

“Keamanan konvensional harus tetap kokoh, sementara keamanan modern dituntut mampu membaca ancaman sebelum terjadi,” ujar Sultan HB X dalam sambutannya di lokasi acara.

Sultan berharap Mapolda DIY menjadi sistem keamanan terpadu berbasis data. Dengan teknologi tersebut, kepolisian diharapkan mampu merespons situasi secara cepat, akurat, dan tetap menjunjung tinggi integritas untuk membangun kepercayaan publik.

Senada dengan Sultan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa Mapolda DIY akan mengadopsi konsep pelayanan kepolisian berbasis teknologi tinggi. Fasilitas ini akan mencakup pusat pertahanan siber hingga sistem data driven policing.

“Polda DIY ke depan tidak hanya berdiri sebagai gedung, tetapi menjadi pusat pelayanan berbasis data yang mampu memberikan respons secara real-time dengan dukungan artificial intelligence,” jelas Kapolri.

Pembangunan fisik ini rencananya akan dimulai pada tahun anggaran 2026 secara bertahap. Kapolri menambahkan bahwa pemindahan fungsi dari Mapolda lama akan mengikuti progres penyelesaian fasilitas di lokasi baru ini.

Uniknya, seremoni groundbreaking ini menggunakan batu khusus dari Keraton Yogyakarta sebagai simbol komitmen dan sinergi. Kehadiran markas baru ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan sistem keamanan yang adaptif bagi Yogyakarta sebagai kota budaya dan pariwisata.

“Sistem yang dibangun mencakup data driven policing, social listening, hingga pusat pertahanan siber,” pungkas Listyo Sigit Prabowo.