Kefamenanu, NTT, deliknews – Dari kota kecil di perbatasan Indonesia – Timor Leste, lahir tiga bintang cilik yang siap bersinar di panggung Nasional. Silvya Baria 11 tahun, Rambu Bani 12 tahun, dan Kharisma Putri 7 tahun, tiga siswi asal Kabupaten Timor Tengah Utara, akan mewakili Nusa Tenggara Timur dalam ajang Modelling tingkat Nasional di Jakarta pekan depan.
Nama mereka mungkin masih asing di telinga publik Nasional. Tetapi di TTU, khususnya Kefamenanu, ketiganya sudah menjadi kebanggaan. Bukan hanya paras dan gaya, tapi karena konsistensi menapaki catwalk sejak usia dini.
Perjalanan mereka dimulai dari Sanggar Feot Nai Ma’tani tempat Silvya dan teman – temannya ditempa dan menerima dasar-dasar Modelling, kepercayaan diri, dan kecintaan pada budaya lokal ditanamkan.
Silvya siswi SDK 1 Kefamenanu bersama Rambu Bani dan Kharisma Putri dari SMPK Putri St. Xaverius Kefamenanu, bukan wajah baru di kompetisi. Mereka sudah malang melintang di berbagai ajang daerah. Terbaru, ketiganya tampil gemilang di Kota Kupang dan berhasil keluar sebagai pemenang.
Kemenangan itu mengantar mereka ke level berikutnya : Jakarta. Sebagai Tiga Finalis Putri Batik Nasional, mereka tak hanya membawa bakat, tapi juga misi budaya. Di Ibu Kota, Silvya, Rambu dan Kharisma akan memamerkan tenun khas Kabupaten Timor Tengah Utara dihadapan Juri dan penonton.
Di balik gemerlap lampu catwalk , ada cerita tentang pengorbanan dan dukungan keluarga. Bella Baria, kakak sekaligus orang tua bagi Silvya, paham betul arti proses. Ia sendiri adalah pemenang Indonesia Model Hunt Jakarta 2016.
” Sebagai kakak, selama Silvya mau dan senang, kami akan berupaya sebaik mungkin untuk mendukung. Pengalaman lomba itu penting agar Silvya belajar, matang, dan percaya diri. Bagi keluarga, panggung Modelling bukan sekedar soal juara. Ini tentang pembentukan karakter. Tentang belajar kalah, belajar menang, dan tetap menjejak tanah,” ungkap Bella kepada Media ini, Jumat (8/5/2026). ( Maryo Usboko)
