Jakarta – Dugaan permainan dalam penjualan visa haji kembali mencuat. Di saat pihak Kedutaan Besar Arab Saudi disebut telah menutup penerbitan visa haji, sejumlah travel umrah dan haji justru masih menawarkan keberangkatan dengan harga fantastis mencapai 22 ribu dolar AS atau sekitar Rp 360 juta per orang belum termasuk tiket pesawat, akomodasi, penginapan dan musyaer (tour guide).

Kondisi ini memantik tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, jika visa resmi telah ditutup, lalu visa yang diperjualbelikan oleh sejumlah travel tersebut berasal dari mana.

Sumber internal yang enggan disebut namanya menyebut praktik penjualan visa masih berlangsung secara tertutup dan menyasar calon jamaah yang siap membayar mahal demi bisa berangkat tahun ini.

“Yang jadi pertanyaan, kalau memang visa haji sudah ditutup oleh otoritas Arab Saudi, lalu yang dijual sekarang ini visa apa? Ini yang harus dibuka terang. Jangan sampai ada permainan yang memanfaatkan kepanikan calon jamaah,” ujar sumber tersebut kepada media.

Deliknews.com sebelumnya menghubungi pihak Kedutaan Arab Saudi dan memperoleh keterangan bahwa visa haji telah ditutup melalui aplikasi NUSUK. Namun fakta di lapangan justru berbeda. Sejumlah travel masih aktif menawarkan paket keberangkatan dengan iming-iming visa khusus mujamallah.

Bahkan, ada calon jamaah yang disebut diminta menyiapkan dana ratusan juta rupiah untuk mendapatkan kursi keberangkatan secara cepat tanpa antre.

Sumber lain menyebut praktik seperti ini kerap muncul menjelang puncak musim haji dan diduga melibatkan jaringan tertentu yang bermain di jalur nonreguler.

“Ini bukan sekadar soal mahal atau tidak mahal. Pertanyaannya, legalitas visanya bagaimana? Kalau resmi sudah ditutup tapi masih ada transaksi berjalan, publik pantas curiga,” katanya.

Situasi tersebut membuat Menteri Haji dan instansi terkait didesak segera turun tangan melakukan investigasi. Pemerintah diminta tidak tutup mata terhadap dugaan praktik jual beli visa yang dinilai semakin liar dan terbuka.

Masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap tawaran keberangkatan instan dengan harga fantastis, terutama jika tidak disertai kejelasan jenis visa dan legalitas keberangkatan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak travel yang masih menawarkan visa haji maupun klarifikasi lanjutan dari otoritas terkait mengenai mekanisme visa yang diperjualbelikan setelah penutupan diumumkan.