Malaka, NTT, deliknews – Usaha Peningkatan Kesehatan Masyarakat (UPKM)/Community Development (CD) Bethesda YAKKUM Area Malaka menggelar monitoring dan evaluasi (monev) penanganan kasua kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kegiatan tersebut telah dilakukan di Balai Latihan Kerja (BLK) SMP Kristen Betun, Jumat (8/5/2026) kemarin, melalui rilis yang diterima media ini, Minggu (10/5/2026).

Manager UPKM/CD Bethesda YAKKUM Area Malaka, Maria Fatima Hoar, mengatakan monev yang digelarkan itu, melibatkan beberapa lintas elemen terkait.

Diantaranya tokoh agama, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malaka, Forum Rona Feto Lian Malaka dan Komunitas Suara Aman Perempuan dan Anak (SAPA) Malaka, dan Dinas P2KBP3A.

Dan monev bertujuan untuk mengevaluasi pendampingan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang telah dilakukan Komunitas SAPA dalam rangka memperkuat koordinasi antar jejaring dalam penanganan kasus ke depan.

Dalam diskusi, peserta membahas berbagai kasus yang ditangani, seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), penelantaran keluarga, pelecehan seksual, hingga pemerkosaan. Kasus-kasus tersebut dinilai sulit ditangani karena masih adanya budaya damai keluarga, rasa malu korban, serta penyelesaian melalui denda adat.

Manager UPKM/CD Bethesda YAKKUM Area Malaka, menyebutkan bahwa; Pada kesempatan kegiatan monev tersebut, Kanit PPA Polres Malaka, AIPDA Urip Hartami, SH mengatakan beberapa kasus yang ditangani masih mengalami kendala dalam proses hukum.

Karena, korban dan pelaku memilih berdamai. Proses penegakan hukum tidak tuntas, karena pelaku dan korban beserta rumpun keluarga cenderung memilih upaya damai setelah kasus dilaporkan dan dilidik.

Dalam diskusi, para peserta juga menyoroti faktor penyebab tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan kenakalan remaja itu karena dari mengkonsumsi minuman keras (miras), lingkungan sosial, kurangnya pengawasan keluarga, dan budaya pembiaran di masyarakat.

Oleh karena itu, forum diskusi menekankan pentingnya pemulihan psikologis bagi korban, penyediaan rumah aman, penguatan dukungan pemerintah desa, serta pembentukan komunitas penyintas untuk mendukung proses pemulihan korban kekerasan.

Dengan demikian diharapkan monev bersama jejaring perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Malaka dapat memperkuat kerja keras dan komitmen dalam upaya pencegahan, pendampingan, dan pemulihan korban kekerasan perempuan dan anak. ***