SURABAYA – Insiden kebakaran melanda markas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Selasa (12/5/2026) pagi. Api dilaporkan menghanguskan sebagian ruang arsip yang terletak di lantai tiga gedung tersebut.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 08.04 WIB. Menanggapi laporan tersebut, petugas segera mengerahkan personel ke lokasi untuk mencegah api merambat ke ruangan lain.

Kabid Pemadam Kebakaran DPKP Surabaya, M. Rokhim, mengonfirmasi bahwa pihaknya menurunkan total delapan unit tempur. Bantuan tambahan juga datang dari pihak eksternal untuk mempercepat proses evakuasi.

“Yang berangkat delapan unit tempur, itu tiga unit dari Rayon 1 Pasar Turi dan lima unit Tim Rescue, ditambah tiga unit Pelindo,” kata Rokhim saat dikonfirmasi awak media, Selasa (12/5/2026).

Petugas pemadam kebakaran bekerja cepat setibanya di lokasi kejadian. Kerja sama antara tim DPKP dan unit Pelindo membuahkan hasil dalam waktu kurang dari 20 menit setelah tim tiba di titik api.

“Setelah tim tiba di tempat kebakaran langsung melakukan pemadaman. Api pokok padam pukul 08.22 WIB, dan lokasi dinyatakan kondusif pukul 09.04 WIB,” ujar Rokhim menambahkan.

Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, api melalap area seluas 1,5 x 1,5 meter di dalam ruangan yang memiliki luas total 12 x 12 meter. Selain dokumen arsip, sebuah mesin outdoor pendingin ruangan (AC) juga dilaporkan hangus terbakar.

Terkait penyebab kejadian, dugaan sementara mengarah pada masalah kelistrikan. Arus pendek pada mesin AC diduga menjadi pemicu munculnya percikan api hingga membakar material di sekitarnya.

“Yang terbakar ruang arsip di lantai 3 Polres KP3 Tanjung Perak dan mesin outdoor AC. Penyebab munculnya api diduga berasal dari arus pendek pada mesin AC,” tegas Rokhim.

Beruntung, insiden ini tidak memakan korban jiwa maupun luka-luka. Hingga berita ini diturunkan, situasi di Polres Pelabuhan Tanjung Perak sudah kembali normal, meski petugas tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.