JAKARTA – Kebakaran hebat yang melanda kompleks Pergudangan Miami di Jalan Rawa Melati, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Selasa (12/5/2026) sore. Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu hingga 21 jam untuk menjinakkan api yang menghanguskan empat gudang logistik tersebut.
Kasiops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Achmad Saiful Kahfi, mengonfirmasi bahwa operasi pemadaman resmi dinyatakan selesai pada pukul 17.23 WIB. Total 24 unit mobil pemadam dan 120 personel dikerahkan guna mengatasi api di area seluas 1.000 meter persegi itu.
“Situasi kebakaran, pemadaman selesai,” kata Achmad Saiful Kahfi saat memberikan keterangan di Jakarta, Selasa sore.
Peristiwa ini bermula pada Senin (11/5) malam sekitar pukul 20.06 WIB. Menurut kesaksian warga, sempat terdengar suara ledakan sebanyak lima kali dari arah gudang freon saat aktivitas lembur masih berlangsung, yang kemudian disusul kobaran api yang membesar dengan cepat.
Ketua RW 01 Tegal Alur, Madi, menjelaskan bahwa bangunan yang terdampak merupakan gudang penyimpanan suku cadang (sparepart) AC, plastik, kardus, dan karpet. Beruntung, lokasi kebakaran berada di area pergudangan logistik, bukan di kawasan pemukiman padat penduduk.
“Terima informasi dari warga pukul 20.06 WIB, objek gudang yang terbakar di Kompleks Pergudangan Miami. Api menyala besar hingga baru dapat terkendali pukul 02.00 WIB dini hari,” tambah Kahfi.
Proses pemadaman berlangsung lama karena petugas harus melakukan tahap pendinginan selama 15 jam. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersembunyi di bawah reruntuhan material gudang yang mudah terbakar.
Berdasarkan investigasi awal, kebakaran diduga kuat dipicu oleh adanya masalah pada instalasi kelistrikan. “Dugaan sementara disebabkan korsleting listrik pada mesin produksi gudang freon,” jelas Kahfi.
Meski sempat terjadi beberapa kali ledakan yang memicu kilatan cahaya di lokasi kejadian, Gulkarmat Jakarta Barat memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendataan terkait total kerugian materi yang dialami oleh para pemilik gudang.
