Minggu, 9 Desember 2018 - 22:04 WIB

Tegas, Jokowi : Tak ada tempat bagi kelompok bersenjata!

JokowiStrory – Presiden Joko Widodo secara tegas menyatakan, Pemerintah tidak memberi ruang bagi kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Tanah Air. Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan keterangan pers kepada awak media terkait penyerangan dengan penembakan oleh KKB di Papua yang telah mengakibatkan gugurnya pekerja yang tengah bertugas membangun jalan Trans Papua.

“Saya tegaskan bahwa tidak ada tempat untuk kelompok-kelompok kriminal bersenjata seperti ini di tanah Papua maupun di seluruh pelosok Tanah Air,” ujarnya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 5 Desember 2018.

Kepala Negara juga telah memerintahkan jajarannya untuk mengejar dan menangkap seluruh pelaku penyerangan. “Saya juga telah memerintahkan kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk mengejar dan menangkap seluruh pelaku tindakan biadab tersebut,” ujar Presiden.

Pada kesempatan tersebut, Presiden atas nama rakyat dan negara menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya para pekerja yang bertugas membangun Trans Papua. “Saya atas nama rakyat, bangsa, dan negara menyampaikan rasa dukacita yang mendalam kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan dan mari bersama mendoakan agar arwah para pahlawan pembangunan Trans Papua ini diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” lanjutnya.

Selain itu, Presiden memastikan bahwa pembangunan jalan Trans Papua sepanjang kurang lebih 4.600 kilometer yang saat ini tengah berjalan akan tetap dilanjutkan. Pemerintah akan terus berupaya membangun Tanah Papua dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. “Kita juga tidak akan pernah takut. Dan ini malah membuat tekad kita kian membara untuk melanjutkan tugas besar kita membangun tanah Papua,” kata Kepala Negara.

Presiden juga menjelaskan bahwa pemerintah menghadapi tantangan tersendiri dalam membangun Papua. Medan yang sangat sulit sering membuat para pekerja kesulitan untuk mengangkut logistik dari satu titik ke titik lain.

Tak hanya itu, para pekerja juga tak jarang mengalami kendala karena faktor keamanan. Meski demikian, Presiden menegaskan kembali bahwa proyek pembangunan Papua akan terus berjalan.

“Ini yang menyebabkan kadang-kadang misalnya sebuah proyek harus berhenti dulu (untuk dilanjutkan kemudian). Ya karena alamnya yang sangat sulit dan kadang-kadang keamanannya yang masih perlu perhatian sehingga yang bekerja di sana itu betul-betul bertaruh nyawa,” ucapnya.

Untuk diketahui, berdasarkan informasi yang didapat oleh Kapolri, peristiwa penyerangan di Kabupaten Nduga, Papua, mengakibatkan 20 korban jiwa dengan 1 di antaranya merupakan anggota TNI dan 19 lainnya merupakan pekerja Trans Papua.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Artikel ini telah dibaca 2260 kali

loading...
Baca Lainnya

Kepala Daerah Diingatkan Cepat Menangani Pandemi Covid-19

Oleh : alfisyah Dianasari Presiden RI Joko Widodo tidak ingin penambahan kasus dalam sehari terus...

11 Juli 2020, 23:38 WIB

Kewaspadaan dan Peran Generasi Milenial Menghadapi Para Perongrong Pancasila

Oleh: Anwar Ibrahim (Ketua Gerakan Literasi Terbit Regional Malang) Telah disepakati oleh para pendiri bangsa,...

11 Juli 2020, 18:13 WIB

Lion Air Group Sediakan Rapid Rest Covid-19 di Padang

Padang, – Lion Air (kode penerbangan JT), Wings Air (kode penerbangan IW), Batik Air (kode...

Danang Mandala Prihantoro Corporate Communications Strategic of Lion Air Grup

11 Juli 2020, 15:00 WIB

Mengapresiasi Temuan Vaksin Virus Corona Buatan Indonesia

Oleh : Alfisyah Kumalasari Vaksin virus Covid-19 sudah ditemukan oleh ilmuwan Indonesia dan merupakan hasil...

11 Juli 2020, 09:38 WIB

Generasi Milenial Siaga Jaga Pancasila dari Provokasi dan Adu Domba di Medsos

Oleh: Handoko Nawawi (Ketua Gerakan Literasi Terbit Regional Tangerang) Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU...

11 Juli 2020, 09:28 WIB

Covid-19 Masih Ganas, Perketat Disiplin Protokol Kesehatan

Oleh : Siti Zulaikha Corona membuat banyak orang merana karena sakit parah, bahkan banyak orang...

11 Juli 2020, 03:49 WIB

loading...