Senin, 29 April 2019 - 10:32 WIB

KPK Panggil Bos Pertamina

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin akan memanggil mantan pejabat PT PLN yang sekarang menjabat sebagai Dirut PT Pertamina Nicke Widyawati sebagai saksi untuk tersangka Dirut PT PLN nonaktif SFB.

Nicke diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus tindak pidana korupsi terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. “Yang bersangkutan dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SFB (Sofyan Basir),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Selain Nicke, KPK pada Senin juga memanggil tiga saksi lainnya untuk tersangka SFB, yaitu Direktur Perencanaan Korporat PT PLN Syofvi Felienty Roekman, Senior Vice President Legal Corporate PT PLN Dedeng Hidayat, dan Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PT PLN Ahmad Rofik.

Nicke pernah menjabat beberapa posisi di PT PLN yakni Direktur Niaga dan Manajemen Risiko PT PLN, Direktur Perencanaan Korporat PT PLN, dan Direktur Pengadaan Strategis 1 PT PLN.

Untuk diketahui, Nicke pernah diperiksa KPK pada 17 September 2018 juga dalam kasus yang sama untuk dua tersangka saat itu yakni mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar EMS dan mantan Menteri Sosial dan Sekjen Partai Golkar IM (Idrus Marham).

KPK saat itu mengonfirmasi Nicke terkait pertemuannya dengan tersangka EMS juga pengetahuannya soal perencanaan proyek pembangunan PLTU Riau-1 sehubungan dengan kapasitas saksi saat itu sebagai Direktur Perencanaan PT PLN.

Untuk diketahui, KPK pada Selasa (23/4) telah menetapkan SFB sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Johannes Budisutrisno Kotjo.

Dalam kronologi kasus tersebut, Johannes Kotjo mencari bantuan agar diberikan jalan untuk berkoordinasi dengan PT PLN untuk mendapatkan proyek “Independent Power Producer” (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang RIAU-1 (PLTU MT RIAU-1).

Diduga, telah terjadi beberapa kali pertemuan yang dihadiri sebagian atau seluruh pihak, yaitu SFB, EMS, dan Johannes Kotjo membahas proyek PLTU.

Pada 2016 pertemuan berlangsung meski Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan yang menugaskan PT PLN menyelenggarakan Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan (PIK) belum terbit.

Dalam pertemuan itu diduga SFB telah menunjuk Johannes Kotjo untuk mengerjakan proyek di Riau (PLTU Riau-1) karena untuk PLTU di Jawa sudah penuh dan sudah ada kandidat.

Artikel ini telah dibaca 38 kali

loading...
Baca Lainnya

Dubes RI untuk Azerbaijan Prof. Dr. Husnan Bey Fananie Gelar Kuliah Umum di Universitas Islam Malang

Kuliah Tamu yang bertajuk “Pendidikan Islam Multikultural dalam Perspektif Historis Sosiologis” diberikan Duta Besar Luar...

17 Oktober 2019, 18:07 WIB

Prabowo Beri Sinyal Merapat ke Jokowi

Bogor – Bergabungnya Partai Gerindra ke dalam koalisi Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih simpang siur jelang...

17 Oktober 2019, 17:02 WIB

Bambang Haryo : Selamat Ultah Pak Prabowo, Sosok Pemikir yang Cerdas

Bogor – Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto hari ini 17 Oktober 2019 genap berusia...

17 Oktober 2019, 16:27 WIB

Gerakan Lawan Hoax Sukseskan Pelantikan Presiden, Bukti Nyata Warganet Menolak dan Melawan Aksi Radikalisme

Oleh : Syarifah Magdalena (Relawan Forum Pegiat Media Sosial Independen) Berbagai cara dan.upaya Bangsa kita...

16 Oktober 2019, 18:38 WIB

Sinyal Kuat AHY Jadi Menteri Jokowi

Jakarta – Kantor Staf Kepresidenan (KSP) memberikan sinyal kuat jajaran Pemerintahan Jokowi akan diisi oleh...

16 Oktober 2019, 14:20 WIB

Gerakan Tolak Radikalisme, Warganet Siap Tebar Narasi Positif Di Medsos, Sukseskan Pelantikan Presiden

Oleh : Zainudin Ikhwan (Netizen/Relawan GESIT) Kabar adanya kelompok yang akan melancarkan aksi dalam upaya...

16 Oktober 2019, 08:06 WIB

loading...